
Sifah mengurai, dirinya telah mengeluarkan anggaran lebih dari satu juta rupiah untuk membuat karya bergambar Rusa Bawean di enam buah kain Primisima yang masing-masing berukuran 2 meter hingga 2,5 meter.
“Lumayan sih, satu juta lebih,” terang perempuan asli Panceng, Gresik tersebut.
Sifah berharap melalui skripsi dan kain Primisima ini, masyarakat Indonesia akan semakin sadar akan pentingnya melestarikan Rusa Bawean. Ia percaya dengan kesadaran yang lebih luas, upaya konservasi dapat berjalan lebih efektif, dan Rusa Bawean dapat terhindar dari ancaman kepunahan.
“Harapannya orang-orang lebih tau lagi terkait kehidupan hewan-hewan endemik yang ada di pulau Bawean, salah satunya Rusa Bawean,” tutupnya.







