Malanginspirasi.com – Alumni UIN Malang program studi Pendidikan Matematika, Dwi Muallifah, S.Pd. yang akrab disapa Ifa, membuka jasa bimbingan belajar begitu menyelesaikan tanggungan sebagai mahasiswi. Saat ini, bimbingan belajar yang dinamai Omah Kita, di Sengkaling.
Tepatnya di Junrejo dadaprejo, Perumahan Bumi Asri Sengkaling Tahap II No. B07, Dau, Kabupaten Malang.
Saat ini, bimbel ‘Omah Kita’ memiliki 8 pembina. Dikarenakan bimbel memiliki sistem paket bulanan atau tahunan, jumlah siswa tidak tetap. Akan tetapi, jika ditotal keseluruhan ‘Omah Kita’ memiliki 12 siswa, mulai dari jenjang SD, SMP, dan SMA.
Bimbel ‘Omah Kita’ tidak tersedia semua mata pelajaran, akan tetapi hanya fokus pada mata pelajaran inti seperti bahasa, matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Akan tetapi seiring berjalan waktu les, ‘Omah Kita’ juga bisa mengampu mata pelajaran lain di sekolah yang diperlukan dan diminati oleh siswa.
Awalnya, pada tahun 2023, Ifa hanya membuka les privat di rumahnya. Ternyata, semakin lama anak yang ikut les semakin banyak. Hingga akhirnya lahir bimbel ‘Omah Kita’ dan menjadi bimbel tetap di Sengkaling.
Aplikasi Bisnis di Dunia Pendidikan
Alasan lain terbentuknya bimbel ‘Omah Kita’ ialah adanya mata kuliah “Bussiness Education” uang wajib diambil oleh mahasiswa di semester 6.
Ifa yang saat itu merupakan mahasiswa pendidikan, mengambil mata kuliah tersebut yang diampu oleh Taufiq Mukti, M.Pd. Output dari mata kuliah tersebut mewajibkan mahasiswa memiliki bisnis di bidang edukasi.
“Macam-macam bisnis dibidang edukasi, seperti membuka dan menjadi pemilik bimbel, bisnis jualan website pendidikan, bisnis jastip (jasa titip) ATK, dan masih banyak lagi,” ucap Ifa.

Sejalan dengan mata kuliah, keadaan siswa di lapangan dan minat Ifa, akhirnya ia memutuskan untuk membuka bimbel ini.
Ifa juga mengungkapkan ingin membantu siswa untuk lebih paham tentang ilmu yang diajarkan di sekolah. Dari bimbel ini juga menjadi wadah pengalaman bagi pendidik muda khususnya mahasiswa pendidikan.
“Saat ini banyak siswa yang memiliki sedikit semangat belajar, karena kebanyakan siswa lebih suka bermain gadget. Jadi diperlukan inovasi supaya bisa meningkatkan semangat belajar siswa,” ujar Ifa.
Ia juga mengungkapkan, salah satu upaya yang bisa membuat les lebih hidup ialah menggunakan media pembelajaran yang unik seperti membuat permainan edukasi. Tak hanya itu, memberikan dukungan dan pujian kepada siswa juga penting supaya siswa menjadi lebih percaya diri dan semangat dalam belajar.








