Malanginspirasi.com – Ada yang sadar tidak, bahwa fakta unik penulisan tahun pada teks proklamasi adalah ’05, bukan ’45?
Apa sebenarnya alasan di balik penulisan tahun yang tidak sesuai dengan tahun sebenarnya itu?
Faktanya, penulisan tahun di teks proklamasi bukanlah sebuah kesalahan. Ada alasan penting mengapa tidak ditulis 1945.
Pada saat kemerdekaan Republik Indonesia diproklamasikan, Indonesia masih berada di bawah kekuasaan Jepang.
Jepang sendiri menggunakan kalender Jimmu, yang dimulai 660 tahun sebelum kalender Masehi.
Jika dihitung, tahun 1945 Masehi setara dengan tahun 2605 dalam kalender Jimmu.
Karena itu, penulisan tahun pada teks proklamasi disingkat menjadi ’05, dari 2605 kalender Jimmu.

Selain faktor kalender, ada pula alasan politik.
Dengan menggunakan angka ’05, para pemimpin ingin menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hasil perjuangan sendiri, bukan pemberian Jepang.
Saat itu Jepang memang menjanjikan kemerdekaan, tetapi lebih karena kepentingan mencari dukungan, sebab mereka sedang mengalami kekalahan dalam perang.
Maka, penggunaan tahun Jepang menjadi cara halus untuk menunjukkan bahwa “kemerdekaan ini kami perjuangkan sendiri, bukan pemberian siapa pun.”
Di sisi lain, penulisan tahun Jepang juga merupakan taktik agar Indonesia tetap aman dari intervensi Jepang.
Walaupun Jepang sudah kalah perang, tentaranya masih bersenjata dan bertugas menjaga keadaan di Indonesia.
Seandainya para pemimpin Indonesia langsung menuliskan tahun Masehi, bisa saja dianggap sebagai tindakan menantang dan memicu konflik dengan Jepang.
Karena itulah, penggunaan tahun Jepang dinilai langkah paling bijak dan aman untuk menghindari bentrokan.
Dengan demikian, penulisan tahun pada teks proklamasi merupakan bentuk adaptasi Indonesia terhadap sistem penanggalan resmi Jepang yang berlaku pada masa itu.








