Malanginspirasi.com – Setiap hari Kamis malam Jumat PP Al-Azkiya’ Malang mengadakan kegiatan mujahadah yang diwajibkan untuk seluruh Santri PP Al-Azkiya’. Kegiatan ini dilaksanakan setelah jamaah Isya di mushola PP Al-Azkiya’.
Kegiatan yang dilakukan pun bermacam-macam dan dipimpin oleh setiap kamar yang digilir tiap seminggu sekali.
Berikut daftar kegiatan mujahadah di PP Al Al-Azkiya’ Malang
1. Diba’
Diba’ merujuk pada nama sebuah kitab dan kegiatan membaca kitab tersebut yang dikenal dengan diba’an. Kitab ini ditulis oleh Imam Jalil Abdurrahman Ad-Diba’i yang berisi pujian dan narasi kehidupan Nabi Muhammad SAW.
Meskipun umunya diba’ dibaca saat peringatan Maulid Nabi, tetapi PP Al-Azkiya’ rutin melaksanakannya sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW.

2. Burdah
Burdah merupakan syair yang berisi PP pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Qasidah Al-Burdah dikarang oleh Imam Al-Bushiri, yang nama lengkapnya adalah Syarafuddin Abu Abdillah Muhammad bin Zaid Al-Bushiri.
Tak hanya dibaca pada saat mujahadah, Burdah juga dibaca pada hari Jumat usai jamaah subuh oleh santri PP Al-Azkiya’ yang sedang berhalangan solat.
3. Yasin Fadhilah
Yasin Fadilah adalah bacaan Surah Yasin yang di dalamnya diselipkan tambahan doa dan pengulangan ayat-ayat tertentu untuk memohon sesuatu kepada Allah SWT, seperti terkabulnya hajat atau kesulitan hidup.
4. Pembacaan surat Al-Kahfi
Perlu diketahui, surat Al-Kahfi dianjurkan untuk dibaca setiap malam Jum’at dan hari Jum’at. Membaca surat Al Kahfi pada waktu-waktu tersebut dapat memberikan cahaya dan ampunan dosa di antara dua Jumat, serta melindungi dari fitnah Dajjal dengan menghafal sepuluh ayat pertamanya.
Pembacaan surat Al-Kahfi ini tidak dilaksanakan setiap hari Kamis malam Jumat, karena terdapat kegiatan mujahadah lainnya yang secara dibaca secara bergantian setiap minggunya.

5. Qolbul Qur’an
Qolbul Qur’anmerupakan kitab yang berisi inti sari dari setiap surat dalam Al-Qur’an. Kitab ini berfungsi sebagai panduan ringkas bagi mereka yang ingin memahami makna dan tujuan dari ayat-ayat Al-Qur’an dengan cara yang mudah.
Kitab ini dikarang oleh Abu Ahmad Ibnu Uwais asy-Syamarani.
Usai melaksanakan mujahadah, biasanya santri Al-Azkiya’ akan bersalam-salaman guna mempererat tali persaudaraan.
“Salam-salaman Nduk. Mosok sama temen sepondok ga kenal sama sekali,” ujar Ibu Erik selaku pengasuh PP Al-Azkiya’ Malang.
Tak hanya itu, setiap selesai melaksanakan kegiatan mujahadah, pengasuh PP Al-Azkiya’ akan menyediakan makan untuk santri.








