Malanginspirasi.com – Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran bagi siswa disabilitas kembali dilakukan oleh mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) semester 7.
Pada hari Selasa, 18 November 2025, dua mahasiswa UM yakni Tri Aryo dan Dafir Iklan tengah mengembangkan modul ajar motor activity.
Modul ini berfokus pada gerak koordinasi fase A bagi siswa tunagrahita.
Penelitian tersebut dilakukan di tiga Sekolah Luar Biasa (SLB), yakni SLB Al-Fir Ma’unah, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.
“Mulai jam 8 pagi tadi saya dan teman saya memberikan pembelajaran olahraga ini kepada anak-anak ini,” ujar Arya.
Berbeda dari sekolah umum yang sudah memiliki banyak modul pembelajaran aktivitas motorik.
Riset Mahasiswa UM
Kedua mahasiswa ini memilih melakukan penelitian di SLB karena ingin menegaskan prinsip memanusiakan manusia, tanpa membedakan antara yang normal maupun berkebutuhan khusus.
Penelitian ini juga menjadi bagian dari penyelesaian tugas akhir skripsi mereka.
“Setidaknya nanti ada 3 yang akan kami teliti, yang pertama SLB Jabung ini, yang kedua di SLB Porong Sidoarjo, dan yang ketiga SLB Pandaan,” ujarnya.
“Kami memilih sekolah SLB ini tujuannya selain untuk penyelesaian tugas akhir skirpsi. Juga dalam upaya memanusiakan manusia yang mana tanpa membedakan yang normal dan yang berkebutuhan khusus,” tegasnya.

Penguatan Pembelajaran
Dalam proses observasi, Tri Aryo dan Dafir merancang tiga aktivitas pembelajaran utama untuk melatih koordinasi gerak siswa tunagrahita:
Aktivitas 1: Gerak Koordinasi Mata dan Tangan
Aktivitas berupa lempar tangkap bola, memantulkan bola, kemudian menangkapnya kembali.
Latihan sederhana ini bertujuan melatih fokus visual serta respons tangan terhadap arah gerakan bola.
Aktivitas 2: Gerak Koordinasi Kaki dan Tangan
Siswa diajak berjalan zigzag melewati cone, kemudian dilanjutkan dengan lompat zigzag.
Aktivitas ini melatih keseimbangan tubuh, konsentrasi, serta koordinasi gerak antara kaki dan tangan secara bersamaan.
Baca Juga:
SLB Al-Fir Ma’unah Malang Latih Kemandirian Lewat Program Vokasi di Pasar Jumat Sukolilo
Aktivitas 3: Gerak Koordinasi Reaksi
Melalui media warna sebagai petunjuk, siswa melompat sesuai warna yang disebutkan, dilanjutkan dengan kombinasi berjalan zigzag dan memantulkan bola.
Aktivitas ini dirancang untuk mengembangkan ketangkasan, kecepatan reaksi, serta kemampuan mengikuti instruksi kompleks.
“Yang perlu digarisbawahi adalah ketika dalam pembelajaran, guru atau pengajar harus menggunakan metode yang seru dan menarik. Pastinya tidak membosankan agar anak-anak memperhatikan dan antusias dalam mengikuti pembelajaran,” ujar Arya.

Kepala sekolah SLB al-fir ma’unah mengungkapkan bahwa mereka tidak merasa keberatan dengan kegiatan penelitian ini.
Bahkan, menurut mereka, anak tanpa kebutuhan khusus pun sering kali sulit diatur, sehingga bukan hal mengejutkan apabila anak-anak tunagrahita menunjukkan perilaku serupa.
“Kami sangat senang dengan kedatangan mahasiswa yang melakukan penelitian disini”, ujar Evi Yuli selalu Kepala SLB Al-Fir Ma’unah Jabung itu.
Melalui penelitian ini, Tri Aryo dan Dafir iklan berharap modul ajar yang dikembangkan dapat menjadi alternatif yang lebih efektif dan menyenangkan bagi guru serta siswa.
Modul tersebut diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi tiga SLB yang menjadi lokasi penelitian.
Tetapi juga bisa diterapkan di sekolah-sekolah lain yang memiliki peserta didik dengan kebutuhan serupa.
Langkah ini menjadi kontribusi nyata mahasiswa UM dalam menciptakan pendidikan yang lebih inklusif bagi seluruh anak, tanpa membedakan beda kan mereka.








