Malanginspirasi.com – Minat mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) untuk melanjutkan studi ke Jepang terbukti sangat tinggi.
Hal itu terlihat dari gelaran “Study in Japan Fair” yang berlangsung pada Kamis (20/11) di Oryza Sativa Room, UB Guest House.
Kegiatan ini bekerja sama dengan Study in Japan for ASEAN, Kumamoto University, dan International Office UB (IOUB).
Acara yang awalnya hanya menyiapkan kuota 100 peserta untuk sesi pembukaan dan konsultasi langsung.
Akhirnya harus diperluas setelah jumlah pendaftar mencapai lebih dari 500 mahasiswa.
Pihak penyelenggara kemudian memutuskan membuka sesi konsultasi untuk umum tanpa batasan jumlah.
Perwakilan panitia, Elisa, menjelaskan bahwa acara ini digelar untuk memperluas akses informasi mengenai peluang studi di Jepang.

Mitra Kampus Top
Selama ini UB telah menjalin kerja sama dengan berbagai universitas di Jepang seperti Niigata University, Chiba University, hingga Nagasaki University, namun penyebaran informasinya dinilai belum merata.
“Fokus utamanya adalah membuka akses informasi seluas mungkin. Mahasiswa sering punya minat studi ke Jepang, tetapi terkendala minimnya informasi,” ujar Elisa.
Pada kegiatan ini, peserta dapat mengikuti webinar pemaparan materi dari universitas mitra, dilanjutkan dengan sesi konsultasi langsung terkait program, beasiswa, persyaratan, hingga sistem studi.
Menurut Elisa, sebagian besar universitas di Jepang menyediakan program internasional yang menggunakan bahasa Inggris, sehingga mahasiswa tidak wajib menguasai bahasa Jepang sejak awal.
Persyaratan umum meliputi TOEFL dan motivation letter.
Antusiasme Tinggi
Tingginya antusiasme mahasiswa juga datang dari berbagai fakultas dan bahkan universitas lain. Mahasiswa dari rumpun Soshum, Saintek, hingga peserta dari UM turut hadir.
“Awalnya kami kira yang datang paling banyak dari Sastra Jepang atau Pendidikan Bahasa Jepang. Ternyata tidak. Pesertanya sangat beragam,” jelas Elisa.
Program beasiswa juga menjadi daya tarik utama, meski masing-masing universitas memiliki ketentuan berbeda.
Elisa menyampaikan bahwa informasi lebih lanjut terkait persyaratan pendaftaran dapat diakses melalui website dan media sosial International Office UB.

Salah satu peserta, Rhesa, menyampaikan bahwa acara ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang ingin studi ke luar negeri namun terkendala biaya.
“Program ini sangat membantu. Kita dapat informasi lengkap soal student exchange dan beasiswa, bahkan bagi yang baru tertarik sekalipun,” ujar mahasiswi jurusan Ilmu Administrasi Bisnis itu.
Rhesa mengaku tertarik pada universitas seperti Waseda University, yang ia ketahui dari konten YouTube bertema pembelajaran bahasa Jepang.
Selain Rhesa, dua mahasiswi jurusan Hubungan Internasional, Dina dan Vanessa, juga datang ke acara ini karena sudah menyiapkan rencana studi lanjut ke Jepang.
Vanessa telah belajar bahasa Jepang secara mandiri, sementara Dina mengaku sejak kecil menyukai budaya Jepang. Keduanya mencari informasi mengenai program S2 dan beasiswa.

Dina menyebut beberapa universitas yang menarik perhatiannya, seperti APU Ritsumeikan dan Kyoto University, sementara Vanessa tertarik dengan Kumamoto University.
“Dari konsultasi tadi kita dapat banyak informasi terkait scholarship, estimasi biaya kuliah, dan program exchange,” kata Dina.
Acara Terorganisir
Mereka juga menilai penyelenggaraan acara berjalan tertib dan terorganisasi, termasuk pengaturan antrean bagi peserta konsultasi.
Para peserta berharap acara seperti ini dapat menjadi agenda rutin, mengingat masih minimnya pameran pendidikan luar negeri yang menghadirkan perwakilan universitas secara langsung.
“Jarang ada Japan Fair seperti ini. Akan bagus kalau rutin, atau bahkan menghadirkan negara-negara lain yang sudah bekerja sama dengan UB,” ujar Dina.








