Malanginspirasi.com – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB) menggelar Government Academic Forum 2025 di Gedung Widyaloka UB, pada Rabu (26/11/2025).
Forum ini menghadirkan para pemimpin daerah, di antaranya Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin, Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, dan Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin.
Acara ini menjadi ruang diskusi antara akademisi dan pemerintah daerah di sekitar Malang Raya dan Universitas Brawijaya.
Selain mempertemukan kepala daerah, forum ini sekaligus menjadi momentum peluncuran Program Magister Ilmu Pemerintahan FISIP UB.
Wakil Dekan Bidang Umum, Keuangan, dan Sumber Daya FISIP UB, Dr. Muhammad Lukman Hakim, S.IP., M.Si., memberikan pernyataannya.
Ia menjelaskan bahwa forum ini merupakan langkah awal UB untuk memperkuat kolaborasi antara kampus dan pemerintah daerah.

“Government Academic Forum ini pertama untuk launching Magister Ilmu Pemerintahan. Yang kedua, untuk membangun sinergi dengan pemerintah daerah di sekitar UB. Yaitu Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota Blitar, dan Kota Pasuruan,” ujarnya.
Mediator Akademik
Lukman menegaskan bahwa UB siap memposisikan diri sebagai mediator yang mempertemukan kepentingan akademik, riset, dan kebutuhan pembangunan daerah.
Salah satunya melalui program FISIP Bakti Desa (FBD) yakni program sejenis KKN yang akan diperluas ke daerah-daerah mitra seperti Blitar dan Pasuruan.
Mahasiswa yang mengikuti magang pemerintahan, FBD, maupun riset dosen di lima wilayah tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata.
“Harapannya mahasiswa yang mengikuti magang pemerintahan, FBD, dan riset, mereka bisa memberikan rekomendasi dan ide ide untuk pengembangan lima daerah ini,” tambah Lukman.
FISIP UB menargetkan pelaksanaan forum ini akan diadakan setiap tahun dengan pembahasan yang lebih teknis.
Ke depan, UB akan mengundang Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti dinas lingkungan untuk membahas isu lingkungan.
Hingga dinas sosial untuk membicarakan penanggulangan kemiskinan.
“Nanti yang akan datang para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait misalnya dinas lingkungan di lima daerah ini. Kita akan undang khusus untuk membahas tentang isu lingkungan yang sedang berjalan. Begitu juga nanti dinas sosial kita undang untuk bicara penanggulan kemiskinan dan sebagainya,” imbuh Lukman.
Apresiasi Wakil Wali Kota Batu

Disisi lain, Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, sebagai salah satu pembicara forum, memberikan apresiasi besar kepada mahasiswa dan para pemuda.
Di mana selama ini berkontribusi lewat ide-ide kreatif dalam tata kelola pemerintahan.
“Anak anak muda itu punya kreativitas dan pemikiran yang bagus. Kami siap menampung semua ide, terutama terkait tata kelola pemerintahan di kota kota,” ungkapnya.
Menurutnya, melalui forum ini sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat bisa menghasilkan dampak positif yang berkelanjutan.
“Daerah yang maju tidak terlepas dari riset akademisi. Jadi harapan kami forum ini harus berlanjut dan menghasilkan langkah konkret untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan,” tambah Heli.
Heli juga mencontohkan kontribusi komunitas kreatif di Kota Batu, termasuk alumni UB dan kampus lain yang tergabung dalam Koperasi Kosai.
Mereka aktif menyumbangkan ide dan aksi langsung di lapangan, terutama dalam pengembangan sektor UMKM dan pertanian di Kota Batu.
Melalui Government Academic Forum 2025, FISIP UB berharap dapat memperkuat hubungan antara kampus dan pemda.
Sekaligus menghadirkan solusi berupa riset untuk pembangunan daerah di Jawa Timur.








