Karya Siluet dan Seni Kriya Kayu ABK SLB Al-Fir Ma’unah Jabung

Malanginspirasi – Di balik suasana yang penuh kasih di SLB Al-Fir Ma’unah Jabung, terdapat karya besar yang lahir dari tangan-tangan kecil yang berhati besar.

Melalui seni kriya kayu dengan teknik siluet, siswa menunjukkan bahwa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) mampu berkarya dan bersaing, tanpa perlu dilihat sebelah mata oleh masyarakat.

Awal Mula

Kegiatan pembuatan seni kriya ini bermula setelah aktivitas belajar mengajar seperti biasa.

Pada saat kegiatan senam bersama di Kecamatan Jabung, para siswa berinisiatif menciptakan karya seni sebagai bentuk pembuktian bahwa mereka mampu menghasilkan sesuatu yang membanggakan.

Dengan bimbingan guru, mereka mulai merancang siluet sebuah karya yang membutuhkan ketelitian, imajinasi, dan ketekunan.

Hasilnya, pada 1 November 2025, seni kriya tersebut telah rampung dan kemudian diserahkan kepada Camat Jabung pada 9 November 2025.

“Anak-anak sendiri yang ingin membuktikan bahwa mereka bisa membuat karya seperti anak-anak lainnya,” ujar Putri, salah satu guru pendamping.

ABK SLB AL-FIR MA’UNAH Buktikan Kemampuan: Karya Siluet dan Seni Kriya Kayu Sampai ke Tangan Camat hingga Wali Kota
Andri Kurniawan (kiri) memberikan hasil seni kriya kayu dengan teknik siluet bergambar wajah Camat Kecamatan Jabung, Taufik Nurahman (kanan). (SLB AL-Fir Maunah Jabung)
Proses Pengerjaan

Proses pengerjaan memakan waktu beberapa minggu yang mana pembuatannya dilakukan setelah kegiatan belajar mengajar selesai.

Kegiatan itu dilakukan oleh Andri dengan penuh kesabaran dan ketelatenan sampai akhirnya karya tersebut selesai pada 1 November 2025.

Setelah melalui proses finishing, karya tersebut diberikan kepada Camat Jabung pada 9 November 2025.

Bukan karena pesanan pejabat, melainkan bentuk kepedulian sekolah untuk menunjukkan pada dunia bahwa kemampuan ABK tidak boleh diremehkan.

“Ini murni inisiatif sekolah dan anak-anak. Kami ingin memberi pesan bahwa ABK juga mampu bersaing,” ungkap Kepala SLB Al-Fir Ma’unah Jabung, Evi Yuli Hastuti.

Perjalanan menginspirasi ini berlanjut ketika SLB Al-Fir Ma’unah Jabung diundang menjadi tenant pameran di Universitas Negeri Malang (UM) pada 9 Oktober 2025.

Dalam kesempatan itu, Evi diwawancarai oleh Times Indonesia dan diminta membuatkan karya seni kriya kayu untuk diberikan kepada Wali Kota Malang.

Baca Juga:

SLB Al-Fir Ma’unah Malang Latih Kemandirian Lewat Program Vokasi di Pasar Jumat Sukolilo

Karya tersebut kini sudah selesai dan tinggal menunggu waktu penyerahan resmi dari pihak Pemerintah Kota Malang.

Hal ini semakin membuktikan bahwa kayu biasa dapat berubah menjadi karya bernilai tinggi di tangan anak-anak istimewa ini.

Siswa yang Terlibat

Empat siswa berperan dalam pameran di UM ada 4, diantaranya:

  • Bintang, hambatan Intelijensi Plus C bertugas mempromosikan karya
  • Ana hambatan Intelijensi Plus C bertugas membantu mempromosikan karya
  • Arimbi hambatan tunarungu dan tunawicara bertugas mendampingi promosi
  • Andri Kurniawan, kelas XI bertugas mendemokan pembuatan kriya, sekaligus pembuat siluet
    Hambatan: tunarungu, dan tunawicara

Setelah melakukan kegiatan pameran serta penyerahan seni kriya kayu teknik siluet kepada camat, dan telah membuatkan untuk Wali Kota Malang.

ABK SLB AL-FIR MA’UNAH Buktikan Kemampuan: Karya Siluet dan Seni Kriya Kayu Sampai ke Tangan Camat hingga Wali Kota
Proses Andri Kurniawan membuat seni kriya teknik siluet pesanan Staf Cabdin Kabupaten Malang, Haryono Kurnianto. (Nurul Musthofa)

Kini Andri kurniawan mengerjakan pesanan untuk Staf Cabdin Kabupaten Malang, Haryono Kurnianto,

Dengan penuh semangat, mereka mempresentasikan dan memamerkan karya mereka di berbagai ajang.

Selain di UM, karya siswa SLB Al-Fir Ma’unah Jabung juga pernah tampil di berbagai kesempatan, di antaranya:

1. Pameran SLB se-Jawa Timur
2. DPRD Kota Malang
3. Kecamatan Jabung
4. BBGTK Arhanud Batu
Dan berbagai kegiatan inklusif lainnya

Pameran Karya

Karya yang dipamerkan beragam, meliputi topeng, siluet, minuman sinom dan toga, hingga lampu hias.

“Kami hanya ingin menunjukkan bahwa anak-anak istimewa ini punya kemampuan besar. Yang mereka butuhkan hanyalah kesempatan,” tutur Putri.

Sementara itu, Evi menegaskan bahwa pendidikan inklusif harus membuka ruang luas bagi kreativitas siswa.

“ABK tidak hanya mampu belajar, tetapi mampu berkarya. Dunia harus melihat mereka sebagai potensi, bukan batasan,” ujarnya.

Dengan bimbingan penuh kesabaran dan lingkungan yang mendukung, siswa SLB Al-Fir Ma’unah Jabung terus menepis stigma.

Mereka membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menciptakan karya luar biasa.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *