Malanginspirasi.com — Kegiatan Sarasehan Abdidaya Ormawa 2025 yang berlangsung di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Jumat (5/12/2025) menghadirkan Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, sebagai pemateri utama.
Acara ini diikuti oleh berbagai perguruan tinggi dari sejumlah daerah di Indonesia, yang tergabung dalam program pendampingan dan penelitian Abdidaya Ormawa di bawah naungan Dikti Saintek.

Dalam pemaparannya, Ali menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda yang akan menentukan arah masa depan bangsa. Khususnya dalam menghadapi bonus demografi 2030—2045.
Ia menyampaikan bahwa dominasi usia produktif harus dimanfaatkan secara strategis melalui pendidikan, riset, dan pemberdayaan.
“Bonus demografi ini bisa menjadi nikmat, namun bisa juga menjadi ancaman kalau republik ini tidak menyiapkan generasi terbaiknya,” tegasnya.
Apresiasi Hasil Program

Ali juga mengapresiasi program Abdidaya Ormawa yang mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menghasilkan kajian di atas kertas.
Tetapi terjun langsung melakukan penelitian dan pendampingan yang berdampak nyata kepada masyarakat.
Baca Juga:
Pembukaan Kontes Kapal Indonesia dan Abdidaya Ormawa, UMM Jadi Pusat Inovator Muda
Program ini dinilai sangat berharga bagi pemerintah daerah karena hasilnya langsung dapat dirasakan dan selaras dengan kebutuhan riil.
“Mahasiswa yang punya pendampingan dan penelitian langsung berdampak kepada masyarakat, ini sangat berharga bagi pemerintah daerah karena bukan hanya konsep tapi benar-benar dirasakan,” ujarnya.

Lebih jauh, ia berharap agar inovasi mahasiswa mampu selaras dengan RPJMD tiap daerah. Sehingga bisa dikolaborasikan dan disinergikan bersama pemerintah daerah.
“Harapannya ide kreatif mahasiswa sesuai kebutuhan masyarakat dan bisa disinergikan dengan baik antara Ormawa dan pemerintah daerah,” tambahnya.
Dengan kesiapan generasi muda, dukungan perguruan tinggi, serta kolaborasi yang terbangun antara mahasiswa dan pemerintah.
Ali optimistis mahasiswa dapat menjadi motor perubahan dalam menjawab tantangan ketidakpastian global dan mencapai tujuan besar Indonesia pada 2045.








