Malanginspirasi.com – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Malang (Unisma) kembali menggelar ajang bergengsi tahuna, Grand Final Pemilihan Putra Putri FKIP Unisma 2025, yang sukses dilaksanakan pada Sabtu (6/11/2025).
Ajang ini mengusung tema inspiratif, ‘The Beauty of Diversity, The Strength of Unity.’
Acara ini bertujuan menanamkan nilai-nilai toleransi, gotong royong, dan kerukunan di tengah perbedaan untuk menumbuhkan solidaritas di kalangan finalis.
Acara puncak yang meriah ini berlangsung di Hall Abdurrahman Wahid, Gedung Pascasarjana Lantai 7 Unisma.
Tak ketinggalan jua dihadiri oleh jajaran petinggi fakultas, termasuk Dr. Hamidin, S.Pd., M.Pd., serta Wakil Dekan 3, Dr. Muhammad Badrih, M.Pd.
Kehadiran para duta dari fakultas lain, seperti Putra Putri Fakultas Hukum dan Putra Putri Fakultas Agama Islam, turut menambah semarak dan menarik perhatian civitas akademika.
Pemenang Ajang
Setelah melalui masa pendaftaran selama kurang lebih dua bulan, dimulai sejak awal Oktober, hingga penyeleksian dan prakarantina di bulan November, akhirnya terpilih pasangan terbaik.

Edo Firmansyah dari Pendidikan Bahasa Inggris dinobatkan sebagai Putra FKIP Unisma 2025.
Sementara Amelia Tia Arista dari Pendidikan Matematika berhasil meraih gelar Putri FKIP Unisma 2025.
Selain pemenang utama, penghargaan juga diberikan kepada:
Runner-up 1: Alfin Najmulloh (PBSI) dan Adelia Husna Mufida (PBI).
Runner-up 2: Ahmad Sulthon (PBI) dan Siti Alya Ma’rifatul Ariyanti (PMAT).
Putra & Putri Berbakat: Mohammad Rafi Fatahul Arkan (PMAT) dan Siti Kholifah (PBI).
Putra & Putri Favorit: Achmad Jiddan Syarifulislam (PBI) dan Dewi Izzah Saniyah (PBI).
Sebelum malam Grand Final, para finalis menjalani masa karantina intensif di Gedung B Lantai 2.
Di mana mereka mendapatkan berbagai pembekalan, mulai dari latihan opening number, opening dance, dan persiapan lainnya.
Agenda Tahunan BEM FKIP
Kegiatan ini merupakan agenda tahunan organisasi BEM FKIP. Ketua Pelaksana Grand Final Putra Putri FKIP UNISMA, Ghufron, menyatakan bahwa ajang ini tidak hanya sekadar memilih duta. Tetapi juga merupakan upaya regenerasi untuk mengharumkan nama baik FKIP.
”Ajang pemilihan ini sebenarnya merupakan kegiatan rutin tahunan dari organisasi BEM. Di mana Putra-Putri FKIP berada di bawah naungan BEM,” kata Ghufron.
“Dengan munculnya wajah baru dari generasi ke generasi selanjutnya. Kami berharap mereka dapat mengharumkan nama baik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,” harapnya.
“Kami, sebagai panitia, telah memberikan yang terbaik dalam proses karantina. Juga berusaha keras mencari sponsoran agar acara Grand Final 2025 ini dapat terlaksana dengan meriah,” tungkasnya.
Ke depannya, Putra dan Putri FKIP terpilih diharapkan dapat menjadi representasi mahasiswa FKIP.
Yang mencerminkan mahasiswa unggul, berintegritas, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kerukunan sesuai dengan tema yang diangkat.








