Malanginspirasi.com – Fakultas Psikologi Universitas Merdeka (UNMER) Malang menggelar Market Day pada Senin (8/12/2025).
Sebanyak 48 stand dari 8 kelas turut menjadi peserta dalam kegiatan Market Day yang berlangsung meriah di lingkungan fakultas.
Acara ini menjadi ajang bagi mahasiswa untuk mempraktikkan jiwa kewirausahaan yang telah dipelajari selama satu semester.
Dosen pengampu mata kuliah Kewirausahaan dan Kemandirian, Muhammad Mursyidul Azmi, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi ketenagakerjaan di Indonesia.
“Anak anak muda setelah lulus kuliah itu rata rata inginnya jadi PNS. Sementara data pemerintah menunjukkan bahwa pada 2023-2024 ada hampir 10 juta pengangguran di Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, mahasiswa perlu didorong untuk tidak hanya berorientasi bekerja dengan pemerintah.

Buka Wawasan Berwirausaha
Sebaliknya, mereka perlu membuka wawasan bahwa hidup bisa dijalani secara mandiri dengan memproduksi dan menjual sesuatu dari kemampuan sendiri.
Market Day menjadi fasilitas untuk menumbuhkan pemikiran terbuka agar mahasiswa mampu menciptakan lapangan kerja, bukan hanya mencarinya.
Persiapan kegiatan ini dilakukan sejak awal semester. Para dosen memberikan arahan, merancang konsep, hingga memastikan mahasiswa memahami proses kewirausahaan.
Setiap kelompok memiliki brand masing masing sebagai bagian dari penugasan Ujian Akhir Semester (UAS).
Artikel Terkait:
Color Brew Tawarkan Es Teh Telang di Market Day Psikologi UNMER Malang
Selain nilai akademik, mahasiswa juga berkesempatan meraih keuntungan dari penjualan dan memperoleh pengalaman langsung berwirausaha.
“Tahapannya itu mulai dari sosialisasi, bimbingan, pendampingan, lalu mahasiswa mendemonstrasikan produknya di kelas, lengkap dengan tester,” jelas Azmi.
Hal ini dilakukan untuk memastikan produk aman dan siap dipasarkan pada hari pelaksanaan.
Dalam penilaiannya, dosen menggunakan beberapa kriteria, mulai dari jumlah penjualan, kreativitas stand, kemampuan marketing, hingga cara mahasiswa menawarkan produk.

Ia menilai bahwa marketing merupakan tombak utama dari penjualan produk. Tadinya ada yang mampu menjual hingga 50 pcs dan meraih keuntungan hampir 700 ribu rupiah.
“Tadi ada yang sudah terjual 40-50 pcs, tadi ada yang untungnya hampir 100 persen. Ada yang sampai tadi saya hitung itu ada yang sampai 600-700 ribu untungnya. Jadi marketing itu merupakan tombak utamanya,” tambahnya.
Azmi juga membagikan strategi pemasaran berbasis psikologi konsumen.
Seperti penggunaan harga silang misalnya harga dicoret dari Rp25.000 menjadi Rp20.000, yang terbukti menarik perhatian pembeli. Strategi ini turut diterapkan mahasiswa saat berjualan.
Antusiasme mahasiswa pun luar biasa. Banyak yang menyiapkan dagangannya hingga larut malam, bahkan ada yang membawa gerobak dengan mobil pickup dari rumah.
“Subuh sudah banyak yang datang. Ini menunjukkan semangat mereka luar biasa dalam berwirausaha,” tuturnya.
Agenda Tahun Pertama

Tahun ini merupakan kali pertama kegiatan Market Day digelar secara besar, setelah sebelumnya hanya dilakukan per kelas.
Di akhir wawancara, Azmi menyampaikan harapannya agar mahasiswa tidak terlalu bergantung pada pekerjaan pemerintah.
“Kita wajib punya planning kedua. Kalau planning pertama gagal, ayo berwirausaha. Zaman sekarang uang Rp50.000 itu dapat apa? Maka tumbuhkan rasa cinta pada wirausaha,” pesannya.
Dengan semangat mahasiswa dan dukungan fakultas, Market Day UNMER Malang diharapkan menjadi kegiatan rutin yang terus mendorong kemandirian ekonomi untuk generasi muda.








