Malanginspirasi.com – Suasana meriah dan penuh semangat kewirausahaan mewarnai halaman Taman Anak (TA) Zamzam pada Sabtu (13/12/2025). Sekolah yang berlokasi di Jl. Kalisari Rt02/RW02 Wonokoyo Kota Malang ini menggelar acara Pasar Sekolah TA Zamzam sebagai puncak tema dan kegiatan akhir semester ganjil.
Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 10.00 WIB ini sukses melibatkan seluruh siswa dari kelas A1, A2, A3, B1, B2, dan B3, didukung penuh oleh para guru dan wali murid.
Tujuan Pasar Sekolah
Pasar Sekolah ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama, memperkenalkan konsep berwirausaha atau berdagang kepada siswa.
Kedua, melestarikan dan memperkenalkan kembali makanan serta minuman tradisional. Ketiga, sarana penggalangan dana untuk program kemanusiaan di Sumatera Barat.

Berbagai sajian kuliner Nusantara membanjiri stand-stand yang didirikan di halaman dan ruang kelas sekolah.
Para siswa, didampingi orang tua, tampak antusias menjual aneka jajanan klasik seperti dawet, jamu, tiwul, sawut, nasi jagung, cenil, gatot, jenang, dan serabi.
Kehadiran para wali murid, tetangga dekat sekolah, hingga Ketua Yayasan TA Zamzam, turut menyemarakkan acara.
Salah satu guru TA Zamzam, Isma Farikha, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang berjualan, melainkan juga bagian dari proses pendidikan holistik.

“Tujuan utamanya adalah menumbuhkan kreativitas para siswa dan wali murid. Kami juga ingin membangun kebersamaan yang erat antara wali murid, wali kelas, siswa, dan kepala sekolah,” ujar Isma.
Ia menambahkan bahwa semangat kolaborasi dan kekompakan menjadi fokus utama dalam penilaian acara.
“Penilaian dari kesuksesan acara Pasar Sekolah ini kami ambil dari beberapa kategori, seperti cara menghias stand, ragam jajanan yang dijual, dan yang terpenting adalah kebersamaan. Setiap kelas akan mendapatkan juara,” tutur Isma Farikha.
Menurutnya, antusiasme siswa dan wali murid tergolong tinggi, terlihat dari dekorasi stand yang unik dan variasi makanan tradisional yang disajikan.

Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat terus menumbuhkan kecintaan anak-anak pada kuliner daerah. Sekaligus memberikan bekal pengetahuan praktis tentang ekonomi dan interaksi sosial sejak usia dini.
Selain itu, aspek kemanusiaan dengan penggalangan dana untuk Sumatera Barat juga menjadi nilai tambah yang diajarkan pada seluruh warga sekolah.








