Batik Ciprat SMP Negeri 25 Malang Tampil Memukau di Pameran Seni Metamorfosa

Malanginapirasi.com – Pameran seni dengan tema Metamorfosa yang digelar di Malang Creative Center (16/12/2025) menampilkan beragam karya kreatif. Salah satunya adalah Batik Ciprat yang menjadi kebanggaan SMP Negeri 25 Malang.

Karya ini menonjolkan ekspresi seni yang dinamis melalui cipratan-cipratan unik pada kain. Sekaligus mengedukasi generasi muda tentang pentingnya kreativitas dalam seni tradisional.

Nani, guru dari SMP Negeri 25, menjelaskan bahwa Batik Ciprat merupakan karya ekspresif yang memadukan garis, bentuk, dan warna dengan komposisi harmonis.

Batik Ciprat SMP Negeri 25 Malang Tampil Memukau di Pameran Seni Metamorfosa
Nani, guru dari SMP Negeri 25, saat menjelaskan Batik Ciprat kepada wartawan Malang Inspirasi. (Ananda Putri Noviana)

“Kita mengajarkan anak-anak untuk ujian praktik, tapi ini juga karya saya sendiri. Manfaatnya bisa untuk bantal kursi, tas, atau baju. Sekarang kita sedang mengadakan fashion show Batik Ciprat,” ujar Nani.

Proses Pembuatan Batik Ciprat

Proses pembuatan Batik Ciprat memerlukan ketelitian dan waktu sekitar empat jam.

Teknik ini dimulai dengan cipratan malam putih di kain selama 15 menit, kemudian diwarnai menggunakan remasol.

Selanjutnya, kain diberi larutan water glass sebagai pengawet, dijemur, dan direbus untuk memastikan warna tetap awet dan tajam.

Batik Ciprat SMP Negeri 25 Malang Tampil Memukau di Pameran Seni Metamorfosa
Proses pembuatan Batik Ciprat SMPN 25 Malang. (Ananda Putri Noviana)

Proses ini diakhiri dengan melorotkan malam guna menyelesaikan desain batik secara sempurna.

Meski sederhana, setiap cipratan membawa cerita tersendiri yang tercermin dari mood dan ekspresi pembuatnya.

“Karya ini orisinal dan tidak diulang pada sesi berikutnya,” jelasnya.

Artikel Terkait:

MGMP Guru Seni Kota Malang Gelar Pagelaran Musik, Tari, dan Rupa Bertema Metamorfosa

Batik Ciprat dijual dengan harga mulai Rp200.000 ke atas, menyesuaikan tingkat kompleksitas dan nilai ekspresif setiap karya.

Nani mengartikan tema Metamorfosa dalam karyanya sebagai simbol perubahan diri dan ekspresi kreativitas dalam berkarya.

Perkenalkan Budaya Lokal
Batik Ciprat SMP Negeri 25 Malang Tampil Memukau di Pameran Seni Metamorfosa
Batik Ciprat, sebuah seni rupa terapan karya guru SMPN 25 yang ditampilkan dalam pameran Metamorfosa. (Ananda Putri Noviana)

Nani juga menekankan bahwa pameran seperti ini sangat penting untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal, khususnya seni batik, kepada masyarakat luas.

“Kita ingin masyarakat mengetahui bahwa kita punya karya yang bisa dibanggakan sebagai kebanggaan Kota Malang dan Indonesia,” ujarnya.

Dengan keunikan teknik dan nilai seni yang tinggi, Batik Ciprat menjadi salah satu daya tarik utama pameran Metamorfosa.

Menunjukkan bahwa tradisi dan kreativitas modern dapat berpadu untuk menghasilkan karya yang inspiratif.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *