Malanginspirasi.com – SMP Muhammadiyah 2 Inovasi Malang menggelar Showcase Kokurikuler sebagai ajang penampilan bakat, kreativitas, serta penyampaian hasil evaluasi belajar siswa selama satu semester.
Kegiatan ini berlangsung di Amphitheater 2, Lantai 5, Malang Creative Center (MCC), pada Jumat, 19 Desember 2025, pukul 08.00–12.00 WIB, dan dihadiri lebih dari 400 orang wali murid.
Kepala SMP Muhammadiyah 2 Inovasi Malang, Supriyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai bentuk pembaruan dalam penyampaian hasil belajar siswa.

Tidak lagi berpusat pada guru atau kepala sekolah, seluruh proses presentasi justru dilakukan langsung oleh siswa.
“Rapotan kami desain dalam bentuk pameran pendidikan. Anak-anak diberi ruang untuk menyampaikan capaian pembelajaran dan karya mereka sendiri di hadapan orang tua,” ujarnya.
Ragam Karya Lintas Bidang
Dalam Showcase Kokurikuler ini, siswa menampilkan beragam karya dan pertunjukan lintas bidang.
Dari kelas teknologi, siswa menampilkan dua karya utama berupa robot pengukur tinggi badan dan bak sampah otomatis berbasis sensor tangan.
Pada bak sampah otomatis, pengguna tidak perlu membuka tutup secara manual karena sistem sensor akan mendeteksi gerakan tangan dan membuka penutup secara otomatis.
Karya tersebut sepenuhnya dirancang dan dirakit oleh siswa, mulai dari perencanaan ide, penyusunan rangkaian, hingga pemrograman berbasis Arduino.

Selain itu, kelas teknologi juga mempresentasikan proyek coding game menggunakan aplikasi ‘scratchjr’ serta desain digital berbasis tren yang sedang populer, seperti Roblox dan Minecraft.
Melalui platform tersebut, siswa merancang desain lingkungan sekolah secara virtual, mulai dari logo sekolah, pintu masuk, ruang satpam, hingga berbagai ruang di dalam sekolah.
Proyek ini tidak hanya mengenalkan siswa pada perakitan perangkat keras dan pemrograman, tetapi juga pada pemanfaatan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.
Ke depan, siswa menyampaikan rencana pengembangan proyek lanjutan berupa pintu otomatis seperti yang banyak digunakan di pusat perbelanjaan.
Capaian Pembelajaran Program Kelas Lain
Tidak hanya kelas teknologi, program lain juga menyampaikan capaian belajarnya secara langsung.
Kelas Bahasa Inggris Internasional memaparkan perkembangan kemampuan berbahasa Inggris siswa.
Sementara kelas Tahfidz menyampaikan progres hafalan Al-Qur’an, capaian jumlah juz, serta peningkatan kualitas tahsin.
Adapun kelas reguler mempresentasikan capaian akademik sesuai kurikulum nasional dan kurikulum Muhammadiyah, mencakup literasi, numerasi, serta penguatan karakter.
Menariknya, seluruh konsep dan pelaksanaan kegiatan ini sepenuhnya digerakkan oleh siswa.
Anak-anak yang tergabung dalam IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) dan HW (Hizbul Wathan) berperan sebagai panitia inti, mulai dari MC, penyaji materi, dokumentasi, hingga kameramen.
“Semua panitia adalah anak-anak. Mereka belajar tanggung jawab, kepemimpinan, dan kepercayaan diri secara langsung,” jelas Supriyanto.

Salah satu siswa, Gatya, mengungkapkan rasa bangganya atas apresiasi orang tua terhadap karya yang ditampilkan.
“Senang dan bangga karena karya kami dihargai. Harapannya ke depan bisa terus membuat karya yang lebih bermanfaat,” tuturnya.
Penampilan Spesial
Salah satu penampilan yang paling menyentuh adalah Special Student Band (SSB), grup band yang beranggotakan siswa berkebutuhan khusus seperti autisme, ADHD, dan Down syndrome.
Dalam kegiatan ini, mereka membawakan lagu “Bunda” dan “Yang Terbaik Bagimu”, yang disambut haru dan tepuk tangan meriah dari hadirin.
Penampilan ini juga menjadi simbol kuat komitmen sekolah terhadap pendidikan inklusif dan penghargaan atas keunikan setiap siswa.
Program ini telah berjalan sekitar satu tahun dan memiliki keunikan tersendiri karena dilatih oleh seorang guru autis, Aan.

Ia juga merupakan lulusan Bahasa Inggris dan pernah menempuh studi di Australia.
Meski sempat mengalami penolakan di banyak sekolah, SMP Muhammadiyah 2 Inovasi Malang menerima beliau sebagai tenaga pendidik.
Aan diketahui secara rutin pulang-pergi Surabaya–Malang dua hingga tiga kali dalam sepekan untuk melatih siswa, bahkan tanpa menuntut imbalan.
Selain menguasai berbagai genre musik seperti jazz, blues, pop, dan rock, ia juga memiliki karya lagu berjudul “Engkau Unik”, yang telah dirilis di YouTube dan Spotify.
Lagu tersebut mengangkat pesan tentang keunikan dan kelebihan anak-anak istimewa.

Dari bidang seni, kelas 9D menampilkan musikalisasi puisi yang memadukan sastra dan musik sebagai bentuk ekspresi emosional dan kreativitas siswa.
Bentuk Pendekatan Parenting Inovatif
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pendekatan parenting inovatif yang diterapkan sekolah.
Berbeda dari pola umum, siswa justru menjadi penyampai utama aspirasi, harapan, dan pengalaman belajar mereka.
“Anak-anak menyampaikan langsung kebutuhan, keluh kesah, dan mimpi mereka. Dengan begitu, orang tua dapat memahami anak secara lebih utuh,” jelas Supriyanto.

Antusiasme wali murid terlihat dari jumlah kehadiran yang melebihi perkiraan awal panitia.
Salah satu wali murid, Ibu Ranti, menilai kegiatan ini memberikan perspektif baru dalam mendampingi anak di rumah.
“Kami jadi lebih paham proses belajar anak dan apa yang perlu didukung, tidak hanya dari sekolah tetapi juga dari lingkungan rumah,” ungkapnya.
Melihat respons positif tersebut, pihak sekolah berencana mengembangkan kegiatan serupa dalam skala yang lebih besar di ruang publik agar dapat menjangkau audiens yang lebih luas.








