Malanginspirasi.com – SMPN 4 Malang kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Gebyar Anak Berbakat Piala Disporapar Kota Malang pada Minggu, (25/12/2025) di Malang Creative Center (MCC).
Pada kategori Grup Tari Tradisional, SMPN 4 Malang berhasil memborong dua gelar juara sekaligus, yakni Juara 1 dan Juara 2.
Prestasi ini menunjukkan konsistensi sekolah dalam mengembangkan bakat seni, khususnya di bidang tari.
Pelatih tari SMPN 4 Malang, Andhika Khairunnisa, mengaku sangat bersyukur dan bangga atas capaian anak didiknya.
Ia menyampaikan bahwa persiapan kedua tim dilakukan dengan durasi yang berbeda.

Tim peraih Juara 1 telah dilatih secara intensif selama kurang lebih satu tahun, sementara tim Juara 2 baru dibentuk dan dilatih sekitar dua minggu sebelum perlombaan.
“Tim yang juara satu itu memang sudah saya latih dari setahun yang lalu. Kalau yang juara dua itu justru baru dua minggu. Jujur saya juga deg-degan, dapat atau tidak ya, karena mereka masih kelas 1 SMP dan pertama kali juga,” ujar Andhika.
Tim Juara 1 terdiri dari gabungan siswa kelas 2 dan 3 dengan total enam peserta. Sementara itu, tim Juara 2 diisi oleh lima siswa kelas 1 SMP yang baru pertama kali mengikuti lomba tari.
Proses Persiapan Perlombaan
Menariknya, dalam proses latihan, siswa yang tergabung dalam tim Juara 1 turut membantu melatih adik kelasnya yang berada di tim Juara 2.
Andhika berperan dalam menyusun pola lantai, sementara gerakan tari dilatih secara bersama sama oleh para siswa.
Menurut Andhika, sistem pembelajaran seperti ini justru membuat proses latihan terasa lebih berkesan.
Baca Juga:
Gebyar Anak Berbakat Jadi Wadah Salurkan Bakat Pemuda di Kota Malang
Selain membangun kemampuan teknis, anak anak juga belajar bekerja sama dan saling mendukung satu sama lain.
Ia menekankan bahwa di SMPN 4 Malang terdapat kelas khusus atau program peminatan, salah satunya di bidang tari ini.
Melalui program tersebut, siswa didorong untuk aktif mengikuti berbagai lomba di berbagai tingkatan.
“Kalau penari itu harus sering tampil dari panggung ke panggung. Mau menang atau kalah, dua duanya harus tetap belajar,” jelasnya.
Dalam membina mental siswa, Andhika selalu menanamkan pemahaman bahwa kemenangan harus diikuti dengan usaha mempertahankan kualitas.
Sementara kekalahan harus diterima sebagai proses belajar tanpa menyalahkan pihak lain.

Hal ini menjadi bekal penting bagi siswa, terutama bagi tim Juara 2 yang baru pertama kali mengikuti kompetisi.
Meski sempat menghadapi tantangan, seperti menurunnya motivasi dan kondisi kesehatan salah satu peserta yang sempat sakit menjelang lomba, semangat para siswa tetap tinggi hingga akhir acara.
Andhika pun berharap prestasi SMPN 4 Malang dapat terus berlanjut di berbagai bidang.
“Harapan saya, prestasi SMPN 4 Malang itu lumintu, selalu ada dan terus berlanjut, baik di bidang tari maupun bidang lainnya,” tutupnya.








