Malanginspirasi.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja muda melalui Program Magang Nasional, yang saat ini akan memasuki Batch 4.
Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menyiapkan lulusan perguruan tinggi agar lebih siap menghadapi dunia kerja.
Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli, Ph.D., menjelaskan bahwa program magang ini merupakan inisiatif langsung dari Presiden dan dijalankan secara lintas sektor.
Kolaborasi Antarkementerian
Menurutnya, kolaborasi antarkementerian menjadi kunci dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten.
“Kami di Kabinet Merah Putih satu tim. Apa yang bisa kami lakukan secara internal di Kementerian Ketenagakerjaan. Salah satunya adalah program magang untuk lulusan perguruan tinggi sebanyak 100 ribu orang,” ujar Yassierli (05/01/2026).
Program magang ini dirancang berlangsung selama enam bulan, dengan tujuan memberikan pengalaman langsung kepada peserta terkait kondisi dan budaya kerja di lapangan.
Dengan begitu, peserta tidak hanya dibekali teori, tetapi juga pemahaman praktis sebelum benar benar terjun ke dunia kerja.
“Ini salah satu cara menyiapkan tenaga kerja agar lebih siap. Mereka mendapatkan exposure tentang seperti apa dunia kerja, dan antusiasmenya luar biasa,” tambahnya.
Yassierli juga menegaskan bahwa program ini tidak berhenti di satu tahun saja, melainkan akan terus berlanjut.
“Program ini insya Allah akan terus berjalan di tahun 2026 dan seterusnya,” katanya.
Berdasarkan data yang disampaikan pemerintah, penyerapan tenaga kerja terus menunjukkan tren positif.
Kementerian Investasi mencatat sekitar dua juta tenaga kerja baru terserap secara year on year, meskipun data tersebut baru berasal dari satu kementerian.
Kemnaker sendiri berperan mengolaborasikan berbagai informasi tersebut untuk melihat dampaknya secara nasional.
“Dampaknya bisa kita lihat dari data Survei Sakernas terakhir, di mana tingkat pengangguran terlihat menurun secara year on year,” jelas Yassierli.
Tantangan Ketenagakerjaan Indonesia
Meski demikian, ia mengakui bahwa tantangan pengangguran masih cukup besar. Lowongan kerja yang tersedia memang mampu menyerap tenaga kerja formal dan informal.
Namun belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan pengangguran yang sudah ada, termasuk kebutuhan reskilling ke depan.
Pada tahun 2025, target 100 ribu peserta magang berhasil terpenuhi, dengan penempatan yang beragam, mulai dari industri hingga kementerian dan instansi pemerintah.
Namun, sebaran peserta masih didominasi wilayah Jawa.
“Itu menjadi PR kami untuk batch selanjutnya agar sebarannya lebih merata,” ungkapnya.
Untuk ke depan, Program Magang Kemnaker Batch 4 direncanakan kembali dibuka setelah Maret 2026. Dengan target sementara tetap 100 ribu peserta dalam satu tahun.
“Sesudah Maret baru kita bisa inisiatif lagi untuk batch selanjutnya. Karena menunggu batch sebelumnya selesai, sesudah itu baru kita gerak,” tutupnya.








