Malanginspirasi.com – SDN 3 Ngasem, Ngajum Kabupaten Malang punya tips sukses dalam raih gelar juara pertama di Lomba Video Digitalisasi Jenjang SD tingkat nasional.
Pihak sekolah telah mempersiapkan peserta secara matang untuk lomba yang digelar Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah (Ditjen PAUD Dasmen) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) itu.
Lomba ini melibatkan seluruh elemen sekolah, mulai dari dewan guru hingga peserta didik.
“Siswa yang terlibat sebagai talent utama adalah siswa kelas VI, yang dipilih karena dinilai telah memiliki kesiapan serta kemampuan komunikasi yang lebih baik,” begitu penjelasan dari Kepala Sekolah SDN 3 Ngasem, Purwaningsih, S.Pd kepada wartawan malanginspirasi.com.
Ia menjelaskan bahwa sebenarnya partisipasi mengikuti lomba ini dipelopori wali kelas VI, Galuh Setyowati, S.Pd.
Galuh berperan sebagai koordinator dalam perencanaan hingga pelaksanaan pembuatan video dengan dukungan siswa kelas VI dan kelas V.
Video tersebut sesuai dengan tema digitalisasi pembelajaran dengan menggunakan papan interaktif digital.
“Video tersebut mencerminkan kondisi nyata proses belajar mengajar di kelas VI SDN 3 Ngasem. dimana proses persiapan hingga penyelesaian video memakan waktu kurang lebih satu minggu,” lanjut wanita yang akrab dipanggil bu Ning ini. “Meskipun waktu yang tersedia relatif singkat, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik berkat kerja sama solid antara guru dan siswa.”
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menghasilkan karya video untuk keperluan lomba.
Tetapi juga sebagai pengalaman pembelajaran bermakna yang tumbuhkan kreativitas, kolaborasi, dan literasi digital bagi seluruh pihak yang terlibat.

Tantangan Dalam Persiapan Lomba Video Digitalisasi
Purwaningsih katakan bahwa dalam proses persiapan lomba ada tantangan utama yang dihadapi yakni pemilihan talent siswa berpartisipasi.
“Siswa kami berpotensi dan memiliki kemampuan yang baik, namun masih cenderung kurang percaya diri untuk tampil di depan kamera,” kenangnya. “Rasa canggung, takut salah, dan kekhawatiran dinilai oleh orang lain menjadi hambatan awal.”
Seiring berjalannya waktu, kepercayaan diri siswa mulai tumbuh.
“Mereka menjadi lebih berani berekspresi, lebih nyaman di depan kamera, dan mampu menampilkan proses pembelajaran secara lebih natural,” lanjutnya.
Ia katakan bahwa tantangan ini pada jadi pengalaman berharga yang tak hanya tingkatkan kualitas video, tetapi juga membentuk karakter siswa yang lebih percaya diri.”
Rencana Jangka Panjang SDN 3 Ngasem Setelah Juarai Lomba Video Digitalisasi
Purwaningsih sebut bahwa penghargaan sebagai Pemenang Juara I Lomba Video Digitalisasi adalah pemicu serta motivasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.
“Penghargaan tersebut akan kami publikasikan secara positif kepada guru, peserta didik, dan orang tua,” lanjutnya. “Ini sebagai bukti inovasi dan pemanfaatan teknologi digital mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan.”
Selanjutnya, kami akan mendorong penguatan budaya literasi digital dengan mengintegrasikan praktik baik yang ditampilkan dalam video ke dalam proses pembelajaran.
“Guru akan difasilitasi melalui pelatihan dan pendampingan. Sehingga semakin kreatif dalam memanfaatkan teknologi digital, media pembelajaran interaktif, dan platform pembelajaran berbasis Papan Interaktif Digital,” pungkasnya.







