Mensos Targetkan 30.000 Siswa Baru di Sekolah Rakyat Tahun 2026

Di Malang Raya, Kota Malang Memiliki Jumlah Siswa Sekolah Rakyat Terbanyak

Malanginspirasi.com – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengumumkan target besar program Sekolah Rakyat untuk tahun 2026. Kemensos berencana menerima sekitar 30.000 siswa baru sepanjang tahun ini.

Jika tercapai, menurut Mensos, total siswa Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia akan mencapai sekitar 46.000 orang. Angka ini sudah termasuk hampir 16.000 siswa angkatan pertama yang mulai belajar sejak 2025.

“Target kami tahun ini sekitar 30 ribu siswa baru,” kata Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemensos, Senin (2 Maret 2026).

Sekolah Rakyat adalah program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Sekolah ini memberikan pendidikan gratis lengkap bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.

Selain belajar, siswa juga tinggal di asrama, mendapat makan tiga kali sehari, seragam, dan alat tulis. Semuanya tanpa dipungut biaya sedikit pun.

Tahun ini anggaran program naik drastis menjadi sekitar Rp4 triliun. Dana besar itu digunakan untuk gaji guru, operasional sekolah, dan membangun gedung permanen baru.

Pemerintah juga membangun minimal 100 sekolah permanen setiap tahun, agar pada 2029 nanti sudah ada 500 sekolah.

Gus Ipul menekankan seleksi siswa dilakukan sangat ketat dan transparan. Hanya anak dari keluarga miskin ekstrem (desil 1 dan 2) yang boleh mendaftar. Prosesnya melibatkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Dinas Sosial daerah, verifikasi data pusat, dan persetujuan bupati atau wali kota.

““Tidak boleh ada titipan, kongkalikong, dan tidak boleh ada bayar-membayar,” tegasnya.

Keberadaan Sekolah Rakyat di Malang Raya

Sementara itu, di wilayah Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu), program Sekolah Rakyat sudah berjalan sejak pertengahan 2025. Ada ratusan siswa yang sudah mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat.

Kota Malang memiliki dua sekolah aktif, yaitu Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 di Tlogowaru, Kedungkandang (menggunakan gedung eks Poltekom) dan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 22 di Jalan Kawi.

Pembangunan gedung permanen di Kota Malang juga sedang dipersiapkan di Arjowinangun, Kedungkandang.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf. (Dok Malang Inspirasi)

Baca Juga:

Wali Kota Wahyu Hidayat Dukung Pelaksanaan Program Prioritas Nasional Sekolah Rakyat di Kota Malang

Untuk Kota Batu saat ini sudah ada satu unit sekolah SMP (SRMP 14) telah menampung lebih dari 150 siswa.

Adapun di Kabupaten Malang, tengah dibangun gedung permanen besar di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur. Sekolah terintegrasi ini ditargetkan selesai Juli 2026 dan mampu menampung hingga 1.000 siswa dari SD, SMP, hingga SMA. Ada juga rencana lokasi tambahan di Tumpang dan Turen.

Dengan gedung baru ini, jumlah siswa di Malang Raya dipastikan akan bertambah banyak mulai tahun ajaran 2026/2027.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *