Program Inovatif ADIPATI dari SMPN 1 Malang Jadi Terobosan Besar Dunia Pendidikan

Malanginspirasi.com –  Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Malang meluncurkan Asesmen Digital Terpadu dan Inovatif (ADIPATI) sebagai  terobosan besar dalam dunia pendidikan.

Platform berbasis website ini hadir sebagai solusi pintar untuk mengintegrasikan proses ujian, absensi, hingga distribusi materi ajar dalam satu sistem efisien.

Kepala SMPN 1 Malang, Risna Widyawati, S.Pd. mengatakan, inovasi ini lahir dari kebutuhan mendesak akan sistem yang lebih fleksibel dibandingkan metode kertas atau manual.

“Pelaksanaan ujian berbasis kertas masih menimbulkan berbagai masalah, seperti kurangnya efektivitas. Melalui ADIPATI, kami merangkum berbagai fitur ke dalam satu sistem terintegrasi agar pekerjaan Bapak dan Ibu guru menjadi lebih praktis,” ujar Risna saat ditemui di lingkungan sekolah, Selasa (3/3/2026).

ADIPATI, berbeda dengan aplikasi ujian standar seperti Google Forms,  dirancang khusus untuk kebutuhan ekosistem sekolah secara menyeluruh.

Fitur yang tersedia lebih lengkap, mulai dari manajemen nilai yang mendalam hingga akses materi yang bisa dibuka siswa kapan saja.

“Terkait kesenjangan perangkat di kalangan siswa, kami (SMPN 1 Malang) pastikan tak ada siswa yang tertinggal,” jelasnya.

Baca Juga:

Ajang Unjuk Bakat dan Refleksi Pembelajaran, SMP Muhammadiyah 2 Inovasi Malang Gelar Showcase Kokurikuler

Risna melanjutkan bahwa siswa yang tidak memiliki smartphone atau laptop, sekolah memfasilitasi ujian di laboratorium TIK.

“Dengan demikian  seluruh siswa tetap dapat mengikuti penilaian dengan kualitas akses yang setara,” imbuh Risna.

Sementara itu, guru SMPN 1 Malang Endra Kuswara, S.Pd., menjelaskan  tantangan terbesar ujian daring biasanya adalah potensi kecurangan.

Tetapi ADIPATI memiliki kelengkapan fitur dengan sistem proteksi ketat.

“Kami menggunakan Exam Browser Client untuk Android dan Safe Exam Browser untuk perangkat iPhone serta laptop,” kata Endra.

Endra melanjutkan bahwa dengan konfigurasi ini, keamanan sistem lebih terjaga karena siswa tidak bisa sembarangan berpindah aplikasi saat ujian

Selain aman, ADIPATI juga memberikan kemudahan bagi guru  memetakan kemampuan siswa.

Secara otomatis, sistem  memberikan analisis bobot soal.

Guru dapat langsung mengetahui soal mana yang dianggap sulit, sedang, atau mudah berdasarkan data pengerjaan siswa secara real-time.

Inovasi ini mendapat respon positif dari para peserta didik.

Salah satu siswa SMPN 1 Malang bernama Annasya Naureen Avinta mengaku merasa lebih tenang saat menempuh ujian digital ini.

“Menurut saya lebih adil karena sistemnya cukup ketat. Jadi jika ada yang mencoba menyontek akan langsung terdeteksi,” kata Annasya.

“Kita juga bisa menandai soal yang masih ragu-ragu sehingga bisa dicek kembali sebelum mengakhiri ujian,” lanjutnya.

Annasya juga menambahkan hasil ujian yang keluar lebih cepat dapat membantunya untuk memahami bagian pelajaran mana yang perlu diperbaiki berdasarkan masukan dari guru.

Pihak sekolah juga telah menyiapkan Standard Operating Procedure (SOP) apabila terjadi kendala teknis seperti baterai lemah atau gangguan sinyal.

Siswa tidak akan kehilangan progres ujiannya karena jawaban otomatis tersimpan di server.

Apabila  perangkat pribadi bermasalah, maka siswa langsung diarahkan untuk melanjutkan ujian di laboratorium TIK sekolah.

 

Penulis: Ganes Danastri Pratista Aura Afra

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *