Kuliah Tamu di Fakultas Vokasi UB Bersama Wamen Pariwisata Bahas Peningkatan Daya Saing

Malanginspirasi.com – Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB) menggelar kuliah tamu menghadirkan Wakil Menteri (Wamen) Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Puspa.

Kuliah tamu ini bertema ‘Smart and Sustainable Hospitality: Sinergi Teknologi Digital, Penguatan SDM, dan Transformasi Kebijakan Pariwisata Indonesia’.

Tema ini berfokus pada peningkatan daya saing dalam bidang pendidikan maupun layanan akademik.

Berlangsung di Gedung Widyaloka, pada Kamis (12/3/2026) kegiatan ini diikuti mahasiswa dan pelaku industri pariwisata.

Ni Luh Puspa, menegaskan pentingnya sinergi  teknologi digital, penguatan SDM, dan transformasi kebijakan untuk mewujudkan pariwisata Indonesia yang cerdas dan berkelanjutan.

Ia katakan  telah mengubah cara masyarakat mencari informasi dan merencanakan perjalanan wisata meski  peran manusia tetap menjadi faktor utama dalam menciptakan pengalaman wisata yang berkesan.

“Teknologi mungkin memudahkan banyak hal, tetapi manusia yang membuat orang ingin kembali. Dalam pariwisata ada tiga hal penting, yaitu service, hospitality, dan experience,” ujarnya.

Dalam kuliah tamu di Fakultas Vokasi UB tersebut, Wamen Pariwisata juga memaparkan perkembangan sektor pariwisata Indonesia dalam lima tahun terakhir yang menunjukkan tren pertumbuhan positif pasca pandemi COVID-19.

Pada  2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 15,39 juta kunjungan, melampaui target pemerintah yang berada pada kisaran 14 hingga 15 juta kunjungan.

Sedangkan pergerakan wisatawan nusantara juga mencapai sekitar 1,2 miliar perjalanan, lebih tinggi dari target 1,08 miliar perjalanan.

Lewat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, pemerintah menargetkan transformasi pariwisata Indonesia menuju quality and sustainable tourism.

Pada  2029, targetnya sektor pariwisata  mampu menghasilkan devisa puluhan miliar dolar Amerika Serikat, dengan 20 hingga 23,5 juta kunjungan wisatawan mancanegara serta 1,5 miliar perjalanan wisatawan nusantara.

Tantangan Sektor Pariwisata di Tengah Perkembangan Teknologi Digital

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Vokasi UB, Mukhammad Kholid Mawardi, menyampaikan sektor pariwisata saat ini menghadapi tantangan sekaligus peluang besar seiring pesatnya perkembangan teknologi digital.

Ia menjelaskan transformasi tersebut terwujud lewat  digitalisasi layanan, integrasi berbagai platform, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata.

Fakultas Vokasi UB juga berkomitmen dalam kontribusi kepada pengembangan pariwisata nasional melalui tiga bidang utama, yakni pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam bidang pendidikan, mahasiswa tidak hanya dibekali pengetahuan dan keterampilan di sektor pariwisata, tetapi juga dilatih untuk menguasai teknologi serta memahami nilai-nilai budaya lokal Indonesia.

Menurutnya, integrasi antara teknologi dan budaya menjadi penting agar generasi muda mampu beradaptasi dengan perkembangan digital tanpa meninggalkan identitas budaya bangsa.

“Kami berharap mahasiswa memiliki kompetensi yang kuat di sektor pariwisata sekaligus mampu menjaga dan mempromosikan nilai-nilai budaya Indonesia di tengah perkembangan digitalisasi,” ujarnya.

Peran Penting Kolaborasi Dalam Penguatan Ekosistem Pariwisata

Sementara itu, Wakil Rektor IV UB Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Internasionalisasi, Andi Kurniawan, menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem pariwisata  kuat.

Ia menyampaikan  pengembangan sektor pariwisata tak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri.

Andi mengatakan pariwisata memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan berbagai sektor lain, termasuk pendidikan.

Ia mengungkapkan bahwa lebih dari 30 persen mahasiswa UB berasal dari wilayah Jabodetabek, dan banyak di antaranya memilih berkuliah di UB karena daya tarik Malang sebagai kota pendidikan sekaligus destinasi wisata.

“Ini menunjukkan bagaimana sektor pariwisata mampu mendorong pertumbuhan sektor lain, termasuk pendidikan tinggi,” ujarnya.

Andi juga menyoroti bahwa industri pariwisata saat ini menghadapi tiga transformasi utama, yaitu transformasi digital, penguatan sumber daya manusia, serta keberlanjutan (sustainability).

Menurutnya, pariwisata global tidak lagi hanya berbicara tentang keindahan destinasi, tetapi juga bagaimana destinasi tersebut mampu menjaga keberlanjutan lingkungan dan menghormati budaya lokal.

Harapannya kegiatan kuliah tamu ini dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan sektor pariwisata di Indonesia.

“Pariwisata tidak hanya menjadi fondasi ekonomi, tetapi juga dapat menjadi sarana pendidikan karakter bagi generasi muda. Dengan kolaborasi yang kuat, kita optimistis sektor ini dapat berkontribusi menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *