Malanginspirasi.com – Sekolah Dasar (SD) Taman Harapan Malang menggelar ragam acara di bulan Ramadan Jumat (13/2/2026) dengan menekankan pada harmonisasi keberagaman sebagai Sekolah Pancasila.
Menurut Kepala Sekolah Dasar Taman Harapan Malang, Sovanita Cahyani Dwi Saputri, S.Pd pengumpulan zakat fitrah murni dari siswa-siswi SD Taman Harapan yang dikoordinir oleh wali kelas masing-masing dari berbagai macam agama.
“Zakat fitrah tersebut diserahkan keapda panitia Pesantren Ramadan yang merupakan guru muslim dan dibagikan oleh siswa-siswi Muslim pada hari kedua Pesantren Ramadan,” katanya kepada wartawan Malang Inspirasi.
Ia mengatakan bahwa panitia membagikan kupon kepada penerima zakat dimana mereka berkumpul di halaman SD Taman Harapan untuk menerima pembagian zakat dari anak-anak dan panitia.
“Ada 8 golongan yang berhak menerima zakat sebagaimana disebut dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Al-Qur’an surat Surah At-Taubah ayat 60. yaitu fakir, miskin, Amil Zakat, muallaf, Riqab, Gharim, Fi Sabilillah, Ibnu Sabil,” lanjut Sovanita.
Sovanita melanjutkan bahwa sekolah membagikan kepada warga sekitar sekolah yang memenuhi kriteria 8 golongan tadi.
“Antara lain pekarya dan satpam unit SD-SMP-SMA Taman Harapan, kemudian penjual pedagang kaki lima yang berjualan di depan sekolah, juga sebagian warga kampung yang ada di sekitar sekolah,” terangnya.
Menurut ibu kepala sekolah ini, tujuan utama pemberian zakat fitrah ini adalah meningkatkan keimanan dan ketakwaan siswa-siswi dan guru Muslim di SD Taman Harapan terlebih di bulan suci Ramadan ini.

Acara Buka Bersama Bersama Semua Kalangan
Pesantren Ramadan hari kedua, berlangsung sore harinya yakni pukul 16:00 dan mengundang para orang tua siswa muslim.
“Setelah Pesantren Ramadan, kami menggelar buka bersama dengan mengundang semua guru dan staf TU juga pekarya dan satpam termasuk non-muslim. Bahkan sekolah juga mengundang siswa alumni, guru-guru SD yang sudah purna, dan juga Kepala Sekolah unit KB/TK-SMP-SMA Taman Harapan,” papar dia.
Sovanita menekankan bahwa acara tersebut menjadi simbol kami sebagai Sekolah Pancasila yang melayani 6 agama yang ada di Indonesia
“Harapan kami dengan adanya kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kami memberikan layanan yang maksimal dengan porsi yang sama, meskipun kepada agama yang minoritas di sekolah ini,” lanjut dia.
Mendatang, lanjut Sovanita, semoga semakin banyak orang tua bisa mempercayakan pendidikan putra dan putrinya di SD Taman Harapan.
“Meskipun basic sekolah kami adalah Sekolah Tionghoa dengan mayoritas siswa kami beragama Kristen dan Katolik, tetapi sekolah kami ini multi etnis dan multi religi. Hal ini perlu menjadi pemahaman kepada masyarakat luas bahwa sekolah kami tidak condong kepada salah satu agama saja,” lanjutnya.
Relevansi Dengan Kehidupan Sehari-Hari
Harmonisasi di SD Taman Harapan Malang terwujud dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami membuka hari dan menutup hari dengan doa bersama. Doa tersebut secara umum, tidak condong kepada salah satu agama. Kami berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan sila pertama Pancasila,” tukasnya.
Sovanita menjelaskan bahwa SD Taman Harapan menyediakan 5 guru agama untuk 5 agama yang dianut oleh siswa-siswi SD Taman Harapan.
“Kami juga menyediakan 5 ruang agama. Kami juga merayakan 5 Hari Raya untuk 5 agama yang ada di sekolah kami. Semua agama kami layani dengan porsi yang sama besarnya,” katanya.
Sovanita mengatakan bahwa para pendidik terbiasa melibatkan siswa semua agama untuk mempersiapkan perayaan agama. Tentunya yang tidak berhubungan dengan liturgi atau ceremonial keagamaan, jelasnya.
“Siswa – siswi kami terbiasa dengan melihat guru-gurunya yang beragam agama, maka mereka pun berteman dengan tidak memandang agama dan suku bangsa,” paparnya dengan bangga.
Yang terpenting adalah, ia katakan, bahwa para pendidik dan siswa selalu mempraktikkan 5S
“Slogan kami, yaitu Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun. Tentu saja dengan sapaan yang umum yaitu selamat pagi dan selamat siang,” pungkas dia.







