Malanginspirasi.com – PP Muhammadiyah secara resmi mendukung kebijakan libur sekolah selama bulan Ramadhan. Pasalnya, kebijakan ini bertujuan memberikan kesempatan bagi siswa untuk mendalami ibadah dan memperkuat nilai-nilai spiritual di bulan suci tersebut.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. Ia mengungkapkan dukungannya terhadap wacana liburan sekolah selama bulan Puasa.
Meski demikian, ia juga menegaskan bahwa saat Ramadhan pun harus dimanfaatkan dengan baik oleh orang tua untuk tetap menanamkan dan pembinaan karakter yang baik ke depannya.
“Tapi, poin penting bagi Muhammadiyah, Ramadhan jadikan arena untuk mendidik akhlak, mendidik budi pekerti dan mendidik karakter.” ungkap Haedar Nashir, Kamis (16/1/2025).
Apa yang diungkapkan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini bisa dipahami. Libur selama bulan Ramadhan harus dimanfaatkan untuk membina akhlak, akal budi, serta tetap harus ada proses pembelajaran. Karena selama masa liburan, anak-anak cenderung akan hilang minat belajarnya dan mereka hanya berfokus pada bermain dan gaming pada gawai sehingga lupa pada kewajiban belajarnya.
Bukan hanya itu saja, para orang tua juga terkadang ikut acuh dalam masalah ini. Tak heran jika anak-anak akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Bulan Ramadhan semestinya untuk menanamkan tabiat yang baik untuk bekal ketika sudah kembali ke sekolah.
Terkait pembelajaran, PP Muhammadiyah tengah menyusun paket belajar khusus yang dirancang agar para siswa tetap produktif selama liburan berlangsung. Juga akan memudahkan para orang tua untuk mengawasi dan mengontrol kegiatan yang tidak bermanfaat bagi anak-anak.
Ada tiga poin penting yang akan diterapkan oleh Muhammadiyah yakni arena untuk mendidik anak, budi pekerti dan mendidik karakter.
Adanya tiga poin tersebut menjadi pondasi dalam mencetak generasi yang baik dan terjaga dari nilai-nilai agama.
Mengisi Ramadhan dengan Hal-Hal Bermanfaat
Pendekatan ini menggabungkan kegiatan belajar yang fleksibel dengan nilai-nilai agama, menjadikannya solusi yang ideal untuk mengisi waktu Ramadhan dengan hal-hal bermanfaat.
Seperti yang diketahui sebelumnya bahwa wacana libur selama satu bulan penuh saat bulan Ramadhan diungkapkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti dalam rapat koordinasi beberapa waktu lalu. Dalam rapat tersebut Abdul Mu’ti mengungkapkan sejumlah usulan dari masyarakat yang salah satunya adalah libur sekolah selama Ramadhan.
Usulan tersebut kemudian dibagi menjadi tiga hari atau dua hari saja menjelang Ramadhan. Atau empat hari sampai lima hari saja di awal Ramadhan. Setelah itu masuk seperti biasa dan libur lagi menjelang dan pasca Idul Fitri.
Di sisi lain, usulan tidak libur penuh selama Ramadhan juga masih menjadi pertimbangan bagi sebagian kalangan. Wacana libur satu bulan penuh saat bulan puasa kini masih menjadi bahan pembahasan dalam rapat lintas kementerian.







