Malanginspirasi.com – Suasana haru menyelimuti pemberangkatan 197 jamaah haji dari Kota Batu yang tergabung dalam Kloter 81, Sabtu (24/5/2025). Rombongan jamaah dilepas secara resmi dari Masjid Sultan Agung Kota Batu menuju Asrama Haji Surabaya, untuk selanjutnya diberangkatkan ke Tanah Suci.
Pelepasan tersebut dipimpin langsung Wali Kota Batu, Nurochman, didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batu, Moh. Zainal Arifin, serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batu.
Dalam sambutannya, Wali Kota Batu menyampaikan doa dan harapannya agar seluruh jamaah diberi kelancaran dan kesehatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Semoga para jamaah ini menjadi Haji yang Mabrur dan Hajjah yang Mabrurroh,” tutur Nurochman.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Batu turut memfasilitasi keberangkatan jamaah ke Asrama Haji Sukolilo dan akan kembali menyambut saat mereka pulang ke Tanah Air.
“Insya Allah, jamaah akan berangkat ke Tanah Suci besok malam, mohon doa semuanya,” ungkap Nurochman.
Lebih lanjut, Wali Kota juga memberikan semangat kepada para calon jamaah haji yang belum mendapatkan kesempatan berangkat tahun ini.
“Untuk yang belum berkesempatan, mohon bersabar, tetap jaga kesehatan, dan persiapan mental walaupun belum berangkat tahun ini,” pesannya.

Jamaah kloter 81 terdiri dari 62 laki-laki dan 64 perempuan. Berdasarkan wilayah domisili, Kecamatan Batu mengirimkan 63 orang, Kecamatan Bumiaji 34 orang, dan Kecamatan Junrejo 29 orang.
Sementara itu, terdapat pula 68 jamaah mutasi masuk dan 9 jamaah mutasi keluar.
Pengelolaan Haji Akan Diambil Alih BPH
Dalam prosesi pelepasan yang juga digelar di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani pada Rabu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batu, Moh. Zainal Arifin, mengungkapkan rasa syukurnya atas keberangkatan jamaah tahun ini.
Ia menyebut momen ini sebagai yang terakhir di bawah pengelolaan Kementerian Agama sebelum selanjutnya diambil alih oleh Badan Pengelola Haji (BPH).
“Jamaah haji Kota Batu ini luar biasa. Meskipun hanya 197 orang, namun seluruh Forkopimda hadir, semua lengkap. Ini menunjukkan penghormatan dan keberkahan yang luar biasa,” ujar Zainal.
Ia menambahkan, jamaah haji dari kota apel ini seluruhnya tergabung dalam gelombang dua dan berada dalam satu syarikah, yang berarti mendapat layanan hotel dan transportasi yang sama. Sehingga memungkinkan mereka tetap bersama keluarga selama ibadah berlangsung.







