Malanginspirasi.com – Rencana revitalisasi Pasar Besar Malang menemui jalan terjal. Meski akan dianggarkan, Pemerintah Kota Malang belum bisa merealisasikan proyek besar tersebut dalam waktu dekat. Hal ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, usai mengikuti Rapat Paripurna di DPRD Kota Malang, Senin (7/7/2025), menyusul insiden ambrolnya tembok pasar pada Selasa (1/7/2025) yang menimpa pedagang.
Menurut Wahyu, hambatan utama bukan terletak pada anggaran, melainkan pada belum tercapainya kesepakatan antar pedagang.
“Kita masih melihat ada beda antar pedagang ini. Masih belum satu suara. Itu yang utama. Jadi anggaran ini dianggap kita ini belum bisa menyelesaikan permasalahan yang ada di bawah. Jadi saya harapkan ini yang nanti juga yang akan dukungnya pedagang. Saya harapkan yang ini bisa dapat terselesaikan,” terang Wahyu.
Selain persoalan internal pedagang, Wali Kota juga menyebut proses administrasi yang masih panjang. Salah satunya mengenai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang masih dalam tahap pengurusan.
Meski demikian Wahyu memastikan bahwa proyek tersebut kemungkinan besar tidak akan bisa direalisasikan pada tahun ini.
“Kalau administrasinya selesai tahun ini, tetap penganggaran ikut APBN 2026. Karena APBN juga Perubahan waktunya sudah tidak akan mencukupi. Walaupun ini multi-years, tetapi tetap dalam proses administrasi mereka tetap minta clear and clean,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wali Kota juga mengingatkan pentingnya pembenahan total, bukan hanya bersifat sementara. Ia menyoroti sistem kelistrikan di dalam pasar yang berpotensi memicu kebakaran.
Terutama pada sistem mekanikal elektrikal harus dibenahi total. Dikhawatirkan kejadian seperti kebakaran bisa terulang.
“Ini sudah beberapa kali terjadi dan harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Ketua DPRD: Kunci Masih di Komunikasi
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menegaskan komunikasi adalah kunci untuk menyelesaikan konflik yang menghambat revitalisasi.
“Pak Wali dan jajaran sudah berkali-kali melakukan pendekatan. DPRD, khususnya Komisi B, juga sudah turun langsung untuk menjalin komunikasi dengan para pedagang. Tapi memang ini proses yang harus dilalui,” ujarnya.
Amithya yang saat itu datang di lokasi kejadian, menyampaikan keprihatinannya pada insiden yang menimpa pedagang itu.
“Tidak terbayang bagaimana rasanya ketika sedang mencari nafkah, lalu tertimpa musibah. Kami imbau para pedagang untuk duduk bersama, membahas apa yang masih jadi kendala. Semua bisa selesai dengan komunikasi,” tambahnya.
Baik Pemerintah Kota Malang maupun DPRD sepakat revitalisasi pasar besar ini adalah kebutuhan mendesak. Namun untuk mewujudkannya, dibutuhkan soliditas dari semua pihak, terutama para pedagang yang menjadi elemen inti dari pasar.







