Malanginspirasi.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur baru-baru ini menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana. Berlangsung selama dua hari, Rabu-Kami (16–17/7/2025) di Hotel Grand Mercure Mirama Malang, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi menuju Indonesia Emas 2045 melalui lima langkah cepat atau quick win yang disiapkan masing-masing daerah.
Konferensi pers hari ini, Kamis (17/7/2025) dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak dan Kepala BKKBN Jawa Timur Dra. Maria Ernawati, MM.
Arumi mengatakan, penting untuk memperhatikan keberagaman kultur dan luas wilayah di Jawa Timur dalam menyusun strategi percepatan. Menurutnya, meski beragam secara budaya, provinsi ini berhasil menurunkan angka stunting hingga 14 persen lebih.
“Tantangannya mungkin lebih ke luas wilayah dan kultur saja. Tapi itu pun terbukti bahwa Jawa Timur dengan banyak penduduk dan perbedaan kultur di setiap daerahnya, itu berhasil di 14 koma sekian persen,” ujar Arumi.
Menurutnya hal ini menandakan ada harapan, minimal bisa dipertahankan.
Dirinya juga menyoroti pentingnya kolaborasi dari seluruh lapisan, mulai dari pemerintah hingga masyarakat sipil.
Salah satu program yang diapresiasi adalah Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting). Program ini terbukti efektif menjembatani kesenjangan antara kebijakan dan praktik di lapangan.
“Jadi kita memang jalur koordinasinya kita kuatkan dan peranan dari header terdepannya, baik PLKP atau kader-kader. Itu dikuatkan sehingga bisa penyelesaian masalahnya juga lebih personalisasi,” imbuhnya.
5 Langkah Cepat
Rakorda tahun ini membahas lima strategi quick win, salah satunya Genting.
Kepala BKKBN Jawa Timur Maria Ernawati menyebutkan empat di antaranya adalah GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), Tamasya atau program penguatan Day Care/TPA, Lansia Berdaya (SIDAYA), dan Super Apps tentang keluarga.
“Masing-masing punya strategi tersendiri untuk bagaimana mengimplementasikan strategi quick queen tersebut. Tapi paling tidak itu ada izin dari kita untuk mereka berstrategi,” terang Maria.
Terakhir, ia tak luput untuk menanggapi fenomena childfree yang belakangan mulai mencuat di kalangan muda. Meski masih kecil angkanya, yaitu sekitar 1,3 persen, BKKBN berencana melakukan edukasi melalui media, komunitas, dan generasi muda untuk memperkuat wawasan kependudukan di masa depan.








