Malanginspirasi.com – Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji, Muhadjir Effendy mengungkap rencana strategis pembangunan Kampung Haji saat menghadiri acara Silaturahmi Pimpinan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan Orang Tua/Wali Mahasiswa Baru, Sabtu (2/8/2025), di UMM Dome.
Muhadjir yang saat ini masih menjabat sebagai Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM ini hadir di tengah ribuan wali mahasiswa baru yang memadati Dome. Saat diwawancara usai acara, ia menyampaikan rencana Kampung Haji.
Muhadjir menjelaskan, proyek ini masih dalam tahap konseptualisasi, dan tengah menunggu persetujuan dari pemerintah Arab Saudi.
“Dan kemarin Bapak Presiden, Bapak Prabowo Subianto kan sudah menandatangani MoU. Bahkan termasuk juga nilai investasi yang disepakati juga sudah ditandatangani oleh beliau,” jelasnya.
Dijelaskannya, Kampung Haji merupakan bagian dari ekosistem haji yang lebih besar, dengan tujuan utama memperpendek masa tinggal jamaah di tanah suci dari 42 hari menjadi sekitar 30 hari.
“Itu akan otomatis mengurangi beban biaya di Jamaah. Karena akan berimplikasi mulai dari catering, dari sewa apartemen, ya kan. Kemudian termasuk transport dan seterusnya,” terangnya.
Kampung Haji ini rencananya akan dibangun di lokasi yang strategis, dengan perhatian khusus pada kesehatan jamaah dan kekhusyukan ibadah.
“Kemudian juga terutama kekhusyukan dia ketika melaksanakan ibadah, para jamaah. Itu yang akan menjadi perhatian kita,” tegasnya.
Soal panjangnya antrean haji, Muhadjir menyebut itu sangat tergantung pada kuota dari pemerintah Saudi.
“Dan kita berharap memang dari tahun ke tahun besarnya Indonesia ini akan mengalami penambahan kuota,” imbuhnya.

Diketahui, sebelum mengunjungi UMM, sehari sebelumnya ia ditugasi oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, untuk membuka Tapak Suci International Championship yang diikuti oleh 24 negara.
Usai membuka kejuaraan tersebut, Muhadjir langsung menghadiri pertemuan dengan para wali mahasiswa baru UMM.







