Malanginspirasi.com – Di seberang Kantor Kelurahan Polowijen terdapat Tempat Penampungan Sementara Sampah (TPS) yang menjadi pusat pengelolaan sampah warga sekitar. TPS Polowijen ini berperan penting dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menjadi titik pengumpulan sebelum sampah diangkut ke TPA Supit Urang, yang merupakan lokasi akhir pembuangan dan pengolahan sampah di Kota Malang.
Setiap hari, aktivitas di TPS Polowijen cukup padat. Tumpukan sampah dari berbagai sudut wilayah dikumpulkan dengan gerobak maupun kendaraan kecil. Kemudian dipindahkan ke truk pengangkut yang siap membawa sampah menuju TPA Supit Urang.
Proses pengangkutan dilakukan minimal tiga kali sehari, menyesuaikan dengan volume sampah yang masuk.
Pada hari-hari tertentu, terutama setelah akhir pekan atau hari libur, jumlah pengangkutan bisa bertambah karena meningkatnya produksi sampah dari masyarakat.
“Kami bersama warga setiap hari membersihkan TPS ini, dengan cara memasukkan sampah ke dalam truk pengangkut sampah yang kemudian di antarkan oleh Saipul,”.ujar Duwi salah satu petugas kebersihan Polowijen.
Tenaga utama yang bekerja di TPS Polowijen ada delapan orang petugas. Mereka adalah Duwi, Putu, Eko, Parmin, Dani, Cepot, dan Ari yang merupakan warga setempat, serta Saipul yang bertugas khusus di bagian pengemudi truk sampah.

Ujung Tombak Kebersihan Lingkungan
Kehadiran para petugas ini menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan wilayah Polowijen.
Meski pekerjaan mereka penuh tantangan dan harus berhadapan langsung dengan bau tak sedap serta kondisi lingkungan yang kotor, mereka tetap berkomitmen menjalankan tugas demi terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat.
Selain mengangkut, para petugas juga memilah sampah agar tidak semuanya menumpuk begitu saja.
Beberapa jenis sampah yang masih bisa dimanfaatkan biasanya dipisahkan terlebih dahulu sebelum diangkut ke Supit Urang. Langkah ini diharapkan bisa mengurangi volume sampah sekaligus mendukung gerakan daur ulang.
Keberadaan TPS Polowijen memang vital, tidak hanya bagi warga sekitar, tetapi juga bagi kebersihan Kota Malang secara umum.

Dukungan masyarakat untuk membuang sampah pada tempat yang telah ditentukan sangat dibutuhkan agar beban kerja petugas lebih ringan.
Dengan sinergi antara masyarakat dan petugas, Polowijen bisa menjadi contoh kawasan yang peduli terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan.








