Dana Transfer Menyusut, Belanja Daerah Turun 400 Miliyar

Malanginspirasi.com – 17 September 2025, digelarnya Rapat Paripurna DPRD Kota Malang mengenai menyusut-nya Dana Transfer hingga Belanja Daerah turun 400 miliyar.

Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, menjelaskan bahwa keputusan penurunan dana transfer, masih menunggu hasil kajian dari Kementerian Keuangan.

“Info terbaru dari Kementerian Keuangan, hal ini masih dikaji dan kemungkinan tanggal 20 atau 21 ini ada keputusan apakah dikurangin atau tidak. Akan tetapi kita sudah mengukur kekurangannya hampir 200 kalau tidak salah.”

“Jadi ya itu sudah kebijakan pusat maka kita harus bisa mengharmonisasi dengan anggaran yang ada di Pemerintah Kota Malang. Karena itu ya tidak bisa kita tolak, kita harus menerimanya dan kita koordinasikan dengan DPRD untuk mengharmonisasi semuanya,” tambahnya.

Kondisi ini diperparah dengan adanya lonjakan belanja pegawai sebesar 177 miliyar, sementara belanja daerah turun sekitar 400 miliyar.

Meski demikian, ia menekankan bahwa pembahasan APBD 2026 ini masih dalah tahap proses, sehingga perubahan-perubahan masih mungkin terjadi.

“Ini kan belum final, nanti kita bahas lagi. Nah belanja operasi ini kan bukan hanya terkait dengan gaji pokok tapi lain-lain yang bagaimana nanti bisa kita harmonisasikannya.”

“Karena tentu masih ada peluang-peluang tergantung nanti bagaimana bisa menemukan jalan tengah bersama teman-teman dewan itu,” pungkasnya.

Dana Transfer Menyusut, Belanja Daerah Turun 400 Miliyar
Rapat Paripurna dengan Pembahasan Penurunan Dana Transfer. (Riznima Azizah Noer)

Karena adanya rencana penurunan belanja daerah yang menurun, Pemerintah Kota Malang akan melakukan harmonisasi.

Dengan mengutamakan program yang menjadi prioritas.

“Iya memang kita harmonisasi karena kita juga ada program prioritas yang bisa jadi nanti masuk, misalnya 50 juta per tahun. Sudah kita masukkan di KUAPB AS sendiri, yang nanti bisa kita harmonisasikan,” ucapnya.

Program Prioritas Tetap Aman dari Pemangkasan

Namun, ia memastikan program-program utama seperti beasiswa, seragam gratis, dan bantuan seragam sekolah tidak terdampak dari penurunan belanja daerah ini.

“Tapi kalau program gratis kita misalnya kayak 50 juta per tahun, terus beasiswa sama seragam gratis itu tidak terpengaruh,” tuturnya.

Akan tetapi, pada sektor lain seperti infrastruktur dipastikan akan terkena dampak dari penurunan dana transfer.

“Mungkin yang bisa terasa itu di infrastrukturnya, nah itu yang pasti berpengaruh karena ketergantungan di transfer daerah terkait dengan infrastruktur itu kan lumayan, sehingga itu yang pasti mempengaruhi di pembangunan,” ujar Ali.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *