Pemkot Malang Hadirkan DTSEN, Bantuan Sosial Biar Tak Salah Sasaran

Malanginspirasi.com – Pemkot Malang dengan Dinas Sosial P3AP2KB gelar kegiatan Penguatan Data Statistika Sektoral Urusan Sosial.

Kegiatan ini dilakukan melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTESN) di Ijen Suite, Rabu (8/10/2025).

Diikuti oleh seluruh camat, lurah, pendamping PKH, serta petugas PKSK, agar memperkuat integrasi dan keakuratan data sosial masyarakat.

Optimalisasi Data Sosial Demi Bantuan yang Tepat Sasaran

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program baru bernama DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional).

Yang rencananya dirancang untuk menggantikan DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial).

Menurutnya DTSEN hadir untuk membantu meminimalisir berbagai persoalan yang sempat muncul di DTKS sebelumnya.

Terutama ketidaktepatan sasaran soal penerima bantuan sosial.

“Data ini lebih akurat, untuk meminimalisir hal hal yang kemarin. Seperti, tidak tepat sasaran terkait bantuan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan dalam DTSEN akan ada pembagian desil atau kelompok kesejahteraan. Agar dapat mempermudah pemetaan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Sifatnya yang lintas sektor, membuat data yang terkumpul nantinya dapat dimanfaatkan oleh beberapa instansi, sesuai dengan kebutuhan.

Pemkot Malang Hadirkan DTSEN, Bantuan Sosial Biar Tak Salah Sasaran
Suasana Kegiatan Penguatan Data Statistika Sektoral Urusan Sosial Melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional di Ijen Suite. (Riznima Azizah Noer)
Kolaborasi PDKTSAM dan DTSEN

Kemudian, Wahyu juga menyatakan bahwa penguatan data akan dikolaborasikan dengan program PDKTSAM (Pendataan Data Kemiskinan Terpadu Satu Malang).

Dua sistem tersebut masih memiliki satu tujuan, yakni memastikan tiap warga mendapatkan bantuan sosial yang terpenuhi secara tepat.

“Karena kita punya program PDKTSAM nah ini hampir sama dengan DTSEN ini. Ketika digabungkan harapannya bisa lebih baik lagi,” tambahnya

Wahyu menekankan pentingnya pembaruan data ini secara rutin karena sifatnya dinamis.

Ia menyebutkan bahwa data Badan Pusat Statistik (BPS) selalu berubah.

“Tadi saya sampaikan bahwa data itu kan dinamis atau banyak berubah. BPS tiap bulan akan selalu mengupdate data. Minimal tiga bulan sudah melakulan musyawarah kelurahan. Harapannya tiap bulan secara periodik ada laporan yang dilaporkan ke Dinsos terkait pendataan DTSEN ini sudah mengakomodir dan juga memetakan yang ada di lapangan,” tekannya.

Pemkot Malang Hadirkan DTSEN, Bantuan Sosial Biar Tak Salah Sasaran
Sesi foto bersama kegiatan Penguatan Data Statistika Sektoral Urusan Sosial Melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional. (Riznima Azizah Noer)

Melalui penerapan DTSEN ini, Pemerintah Kota Malang berharap meminimalisir ketidaktepatan penerima bantuan, baik yang tidak berhak namun menerima, atau sebaliknya.

“DTSEN sudah dilakukan paling tidak meminimalisir ketidaktepatan. Karena kemarin banyak yang seharusnya menerima, tetapi kok tidak. Kemudian yang harusnya tidak menerima kok menerima,” pungkasnya.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *