Lemhannas Goes to Campus di UB Tekankan Pentingnya Karakter Kebangsaan Menuju Indonesia Emas 2045

Malanginspirasi.com – Lemhannas RI menyelenggarakan program Lemhannas Goes to Campus di Universitas Brawijaya (UB), Kamis (20/11/2025) di Gedung Samantha Krida.

Kegiatan yang diisi kuliah umum dan diskusi panel ini bertujuan memperkuat karakter kebangsaan mahasiswa sebagai generasi yang akan memimpin Indonesia memasuki era Indonesia Emas 2045.

Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., menegaskan bahwa masa depan bangsa berada di tangan generasi muda.

Di mana mereka harus memahami sejarah, menjaga persatuan, serta memiliki etika dan ketahanan moral yang kuat.

Dalam paparannya, ia menekankan bahwa sejak awal perjalanan bangsa, pemuda selalu menjadi motor perubahan.

Mulai dari perlawanan terhadap kolonialisme, Sumpah Pemuda, desakan kepada Soekarno untuk memproklamasikan kemerdekaan, hingga reformasi 1998.

“Bangsa ini tidak akan pernah ada tanpa keberanian anak muda. Sejarah membuktikan bahwa kaum muda selalu mengambil peran strategis dalam menentukan arah bangsa,” ujarnya.

Lemhannas Goes to Campus di UB Tekankan Pentingnya Karakter Kebangsaan Menuju Indonesia Emas 2045
Penyampaian kuliah umum oleh Gubernur Lemhannas, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. (Ananda Putri Noviana)

Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia menghadapi tantangan serius diantaranya adalah:

1. Menurunnya semangat kebangsaan
2. Kerentanan kohesi sosial.
3. Pengaruh dinamika politik yang fluktuatif.
4. Polarisasi di tengah masyarakat.
5. Meningkatnya sikap egoistis.
6. Ketimpangan sosial yang masih lebar.
7. Bertambahnya intoleransi.
8. Menguatnya krisis identitas.
9. Ancaman disintegrasi bangsa.
10. Pemanfaatan bonus demografi yang belum optimal.
11. Kesehatan mental dan self-harm

Selain itu, ia menyatakan adanya tantangan eksternal seperti persaingan negara, perang senjata dan perang dagang, serta disrupsi budaya.

Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia menghadapi tantangan serius. Mulai dari polarisasi sosial, krisis identitas, hingga melemahnya rasa kebersamaan.

Karena itu, menurutnya, karakter kebangsaan perlu diperkokoh agar generasi 2045 mampu menjaga harmoni di tengah tekanan geopolitik dan derasnya arus digital.

Ia menegaskan generasi muda Indonesia harus berkarakter kuat, berintegritas tinggi, cinta tanah air, memiliki kesadaran geopolitik, dan memiliki kesadaran wawasan kebangsaan.

Yang paling penting, menurutnya, generasi muda harus memiliki karakter yang berlandaskan empat konsensus dasar bangsa.

Yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Indonesia dianugerahi kekayaan alam yang sangat besar. Namun kekayaan itu tidak boleh membuat kita lengah. Karakter bangsa harus kuat agar tidak mudah terpecah,” katanya.

Rangkaian Acara: Kuliah Umum dan Diskusi Panel

Acara dibuka dengan sambutan Wakil Rektor UB, Dr. Setiawan Noerdajasakti, S.H., M.H.

Ia menegaskan relevansi kegiatan bagi mahasiswa, mengingat UB memiliki lebih dari 72 ribu mahasiswa dari 18 fakultas yang berbeda.

Dr. Setiawan Noerdajasakti, S.H., M.H., menyebutkan bahwa kampus menjadi ruang strategis untuk memperkuat nilai kebangsaan di era global yang sarat kompetisi dan penetrasi informasi.

Lemhannas Goes to Campus di UB Tekankan Pentingnya Karakter Kebangsaan Menuju Indonesia Emas 2045
Sambutan acara oleh Wakil Rektor UB, Dr. Setiawan Noerdajasakti, S.H., M.H. (Ananda Putri Noviana)

Kuliah umum dibawakan Gubernur Lemhannas dan dilanjutkan diskusi panel yang menghadirkan:

1. Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc., Wakil Gubernur Jawa Timur

2. Mayjen TNI Dr. Rido Hermawan, M.Sc., Deputi PPNK Lemhannas RI

3. Prof. Dr. Ir. Muhammad Bisri, MS, IPU, Rektor UB periode 2014–2018

4. M. Bargah Prantama, Dosen FISIP UB, sebagai moderator

Para panelis menyoroti pentingnya literasi digital, ketahanan informasi, ketahanan pangan, serta peran kampus sebagai ruang pertumbuhan karakter.

Mayjen TNI Dr. Rido Hermawan menekankan bahwa ada empat persoalan utama yang harus diperhatikan untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

Empat diantaranya adalah pemanfaatan sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, dan teknologi, pembangunan ekonomi yang unggul dan berdaya saing.

Serta pemerataan pembangunan dan ketahanan nasional dan tata kelola pemerintahan.

Mahasiswa yang hadir memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan ini.

Dawa, mahasiswa Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, menilai acara hari ini sangat insightful dengan tema yang relevan untuk masa depan Indonesia menuju 2045.

“Masukan-masukan untuk kami termasuk Gen Z yang dimana nantinya, seperti materi yang sudah disampaikan tadi, akan memegang secara penuh nanti di 2045, dan menurut saya pribadi juga dengan paparan materi-materi yang sudah diberikan oleh panelis ataupun tadi dari Pak Gubernur pun semuanya sangat baik,” ujarnya.

Lemhannas Goes to Campus di UB Tekankan Pentingnya Karakter Kebangsaan Menuju Indonesia Emas 2045
Pemberian bingkisan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, kepada salah satu mahasiswa yang mengajukan pertanyaan pada sesi tanya jawab. (Ananda Putri Noviana)
Tujuan Strategis Lemhannas dan Arah Kolaborasi

Program Lemhannas Goes to Campus merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional berbasis pendidikan tinggi.

Kampus dipilih karena menjadi pusat pembentukan calon pemimpin muda yang akan memegang perangkat strategis negara pada 20–30 tahun mendatang.

Melalui kegiatan ini, Lemhannas berharap mahasiswa memiliki kesadaran kolektif tentang arah pembangunan bangsa.

Juga memahami nilai kebangsaan dalam konteks era digital, serta meningkatkan partisipasi dalam menjaga kohesi sosial.

Acara diakhiri dengan pembagian bingkisan kepada para mahasiswa yang mengajukan pertanyaan pada sesi tanya jawab.

Kegiatan kemudian ditutup dengan ajakan untuk memperkuat kolaborasi antara Lemhannas dan UB dalam berbagai program pengembangan wawasan kebangsaan di masa mendatang.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *