Malanginspirasi.com – Peluncuran Trans Jatim Koridor I di Malang Raya pada Kamis sore (20/11/2025) menandai langkah baru dalam peningkatan layanan transportasi publik di kota tersebut.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menjelaskan bahwa moda transportasi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mobilitas sehari-hari warga.
Mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja, hingga pengunjung pusat perbelanjaan dan kawasan aktivitas lain yang tersebar di Malang Raya.
“Dengan membayar Rp5.000 untuk pekerja dan Rp2.500 untuk mahasiswa, saya yakin mereka akan memilih moda transportasi yang lebih baik dan nyaman. Serta bisa bepergian ke banyak tempat yang menjadi rute harian mereka,” ujar Wahyu.
Ia juga menambahkan bahwa keberadaan Trans Jatim Gajayana diharapkan dapat mengurangi tingkat kemacetan di Kota Malang.
“Saya memprediksi Trans Jatim ini nantinya dapat menekan kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk,” jelasnya.

32 Titik Pemberhentian
Moda transportasi yang menghubungkan Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu ini memiliki jumlah titik pemberhentian terbanyak di Kota Malang, yaitu 32 titik.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menambahkan bahwa sejumlah titik pemberhentian juga tersebar di kawasan perguruan tinggi.
Diantaranya Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Brawijaya (UB), dan UIN Maliki Malang.
“Selain itu, titik pemberhentian juga berada di area pusat perbelanjaan seperti MOG, MATOS, serta kawasan wisata Kayutangan Heritage,” tuturnya.
Widjaja juga menjelaskan peran Pemerintah Kota Malang dalam mendukung terwujudnya layanan Trans Jatim.
Artikel Terkait:
Salah satunya dengan melakukan diskusi intensif dan memberikan pemahaman kepada seluruh paguyuban angkutan umum agar tercapai kesepahaman dan kelancaran pelaksanaan layanan.
“Ini adalah peran yang sangat besar. Kami dari Dinas Perhubungan mewakili Pemerintah Kota Malang mengucapkan terima kasih kepada seluruh paguyuban angkutan umum yang telah mendukung hadirnya Trans Jatim di kota ini,” katanya.
Ia menegaskan bahwa tanpa dukungan para pemangku kepentingan tersebut, implementasi layanan Trans Jatim akan jauh lebih sulit.
“Kami akan terus melakukan sosialisasi agar tercipta transportasi publik yang lebih baik di Malang Raya,” tegasnya.

Antusiasme Warga
Selain itu, Widjaja juga mengungkapkan adanya antusiasme tinggi dari masyarakat Kota Malang terhadap layanan Trans Jatim.
“Beberapa masyarakat meminta agar halte ditempatkan di titik tertentu. Permintaan itu menunjukkan bahwa mereka memang membutuhkan layanan ini,” tuturnya.
Ia menilai tingginya respons tersebut menjadi sinyal positif bahwa masyarakat mulai membuka diri untuk beralih ke transportasi publik yang lebih tertata.
“Tujuan utama dari kehadiran transportasi umum ini adalah mengubah mindset masyarakat dari penggunaan kendaraan pribadi menuju transportasi publik. Perubahan perilaku seperti ini memang membutuhkan waktu,” pungkasnya.








