Malanginspirasi.com – Universitas Brawijaya (UB) menjadi tuan rumah dalam acara Zakat Goes To Campus Chapter Malang.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Gedung Utama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB), pada Senin (24/11/2025).
Kegiatan yang diselenggarakan Forum Zakat Daerah Malang Raya ini bertujuan meningkatkan literasi zakat di kalangan generasi muda, terutama mahasiswa.
Ketua Forum Zakat Daerah Malang Raya, Muhammad Fandi Bakhtiar, mendorong mahasiswa memahami esensi zakat sejak dini.

Ia menegaskan bahwa program ini hadir untuk membangun kesadaran bahwa zakat tidak hanya kewajiban, tetapi juga memiliki dampak sosial yang besar.
“Tujuan mulia dari Zakat Goes To Campus adalah bagaimana kita memiliki kesadaran bahwa zakat itu penting sekali bukan sekedar kebawajiban akan tetapi juga berpengaruh terhadap masyarakat. Terutama di generasi Z, pemahaman zakat masih sangat minim,” ujarnya.
Fandi menjelaskan bahwa zakat dapat menjadi solusi dalam mengatasi berbagai persoalan masyarakat, mulai dari kemiskinan, modal usaha, hingga beasiswa pendidikan.
“Melalui zakat dapat menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan seperti kemiskinan, modal usaha, hingga beasiswa untuk pendidikan,” tambahnya.

Ia menekankan pentingnya menyalurkan zakat melalui lembaga resmi yang telah tersertifikasi Kementerian Agama dan BAZNAS.
“Di Malang Raya ada 26 lembaga zakat yang aman NKRI, aman syar’i, dan aman regulasi. Melalui lembaga zakat, penyaluran tidak hanya diberikan, tapi juga dimonitor sampai tuntas,” jelasnya.
Buka Wawasan
Wakil Dekan I FEB UB, Prof. Ananda Sabil Hussein, menyampaikan bahwa forum edukasi seperti ini penting untuk membuka wawasan mahasiswa mengenai potensi besar zakat.
“Jiwa filantropis masyarakat Indonesia sangat besar. Jika disalurkan melalui zakat, potensi ini dapat menggerakkan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran mahasiswa terhadap zakat.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, menegaskan bahwa zakat bukan hanya kewajiban generasi tua akan tetapi semua generasi, terutama yang muda.
“Zakat itu bukan hanya kewajiban generasi tua saja tapi juga generasi muda. Sehingga acara ini bertujuan memahamkan generasi muda bahwa zakat adalah kewajiban semua umat Islam,” tutur Ali.
Ia juga mendorong mahasiswa UB menjadikan infak dan sedekah sebagai gaya hidup, agar dapat menjadi kemudahan baik di dunia maupun di akhirat.
“Kita tidak harus menunggu kaya. Sesedikit apa pun yang kita sisihkan, itu tetap bermakna. Ini akan membuka jalan kemudahan bagi kita di dunia dan akhirat,” tutupnya.








