Malanginspirasi.com – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mulai menyiapkan langkah antisipasi untuk menghindari kemacetan.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menjelaskan bahwa persiapan ini dilakukan sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri agar potensi kepadatan lalu lintas bisa dikendalikan.
Widjaja mengatakan, pola keramaian lalu lintas pada Nataru tahun ini diperkirakan tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya.
Siaga Kemacetan
Namun ada beberapa titik yang perlu mendapatkan perhatian khusus, terutama jalur yang berisiko bencana.
“Yang perlu diperhatikan itu jalur jalur rawan bencana. Seperti kemarin jembatan Gatot Subroto sudah selesai, jadi mudah mudahan di masa liburan nanti arusnya sudah lancar,” ujarnya pada Rabu (3/11/2025).
Selain itu, peningkatan kualitas drainase di beberapa kawasan juga membantu mengurangi risiko genangan dan kemacetan.
Ia mencontohkan perbaikan drainase di Jalan Ki Ageng Gribig dan penyelesaian jembatan di Kedungkandang yang kini membuat arus kendaraan lebih lancar.
Widjaja masih menunggu penyelesaian proyek drainase di Jalan Soekarno Hatta yang ditargetkan selesai akhir tahun ini.
“Kalau itu selesai, kelancarannya bisa lebih optimal,” jelasnya.
Terkait penggunaan parkir vertikal di koridor Kayutangan Heritage, Widjaja mengaku belum bisa memberikan kepastian.

Meski pengerjaannya terus dikebut, pihaknya tidak ingin menjanjikan fasilitas tersebut sudah bisa dipakai saat Nataru.
“Kita nggak berani janji. Sepertinya belum optimal digunakan. Tapi kebutuhan parkir masih bisa kita atasi dengan memaksimalkan kantong kantong parkir di sekitar Kayutangan, seperti di Alun Alun dan kawasan sekitarnya,” katanya.
Ia juga memastikan bahwa tidak akan ada penutupan arus di koridor Kayutangan selama masa libur Nataru.
“Tidak ada penutupan. Kegiatan tetap berjalan seperti biasa, arus lalu lintas tetap dibuka,” tegasnya.
Menjelang liburan akhir tahun, Dishub Kota Malang juga mengingatkan juru parkir agar tidak menarik tarif melebihi ketentuan.
Widjaja menyebut pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pengawas lapangan untuk mencegah praktik tersebut.
“Biasanya kalau Nataru ada juru parkir yang menarik lebih dari tarif seharusnya. Kami akan ingatkan, bahkan akan keluarkan edaran agar jukir memberikan layanan sesuai aturan,” ujarnya.
Dishub Kota Malang berharap seluruh persiapan ini dapat membuat masyarakat lebih nyaman dan aman selama masa libur Nataru 2025.








