Malanginspirasi.com – Pemerintah Kota Malang menggelar kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025 dan Doa Awal Tahun 2026 di Kantor Kecamatan Lowokwaru, Selasa (06/01/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar spiritual sekaligus momentum evaluasi kinerja pemerintahan dalam menyongsong tahun 2026.
Kali ini membawakan tema “Meneguhkan Ikhtiar, Menguatkan Doa, Menuju Malang Mbois Berkelas 2026.”
Acara tersebut dihadiri sekitar 300 peserta, meliputi Wali Kota Malang, Wakil Wali Kota Malang, Sekretaris Daerah Kota Malang, unsur Forkopimda.
Juga dibersamai pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, seluruh ASN se-Kecamatan Lowokwaru, para lurah, hingga Ketua RW se-Kecamatan Lowokwaru.
Turut hadir di antaranya Danramil dan Kapolsek Lowokwaru, Ketua KUA Kecamatan Lowokwaru, Ketua MUI Kecamatan Lowokwaru, Ketua Cabang NU dan Muhammadiyah Kecamatan Lowokwaru.
Serta jajaran perangkat daerah terkait pembangunan, kesejahteraan masyarakat, dan pelayanan publik.

Kebijakan Saat Suasana Duka
Pelaksanaan kegiatan di kantor kecamatan ini merupakan kali pertama dilakukan, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang dipusatkan di Balai Kota Malang.
Salah satu pihak kecamatan menyampaikan bahwa kebijakan ini diambil karena masih dalam suasana duka.
Sehingga doa bersama dilaksanakan di masing-masing kecamatan untuk menjaga kekhidmatan dan menghindari keramaian.
Sebagai kecamatan terbesar di Kota Malang, baik dari sisi luas wilayah maupun jumlah penduduk, Kecamatan Lowokwaru dipilih sebagai salah satu titik penting dalam rangkaian doa bersama yang dilakukan Pemkot Malang di lima kecamatan.
Situasi lalu lintas di depan kantor kecamatan terpantau relatif lancar berkat pengamanan dan pengaturan dari Satpol PP Kota Malang dan jajaran kepolisian.
Hingga pukul 13.12 WIB, peserta masih terus berdatangan dan mengikuti proses registrasi sebelum memasuki ruangan. Dengan pengaturan tempat duduk terpisah antara laki-laki dan perempuan.

Dalam sambutannya, Camat Lowokwaru Drs. Rudi Cahyono Catur Utomo menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana refleksi perjalanan pelayanan publik sepanjang tahun 2025.
Ia menyampaikan bahwa tahun 2025 diwarnai berbagai dinamika dan tantangan.
Mulai dari transformasi digital, perubahan sosial yang cepat, hingga persoalan ekonomi, lingkungan, dan intoleransi.
Melalui panjatan doa ini, seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat diajak untuk tidak hanya mensyukuri capaian.
Tetapi juga berani mengakui kekurangan serta memperkuat kolaborasi demi peningkatan kualitas pelayanan publik pada tahun 2026.
“Momentum ini kita jadikan ikhtiar intelektual dan spiritual untuk muhasabah, evaluasi, dan penguatan doa agar pelayanan publik ke depan semakin optimal menuju Malang Mbois dan Berkelas,” ujarnya.

Bukan Hanya Sekadar Pergantian Tahun
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dalam sambutannya menyampaikan bahwa doa bersama ini bukan sekadar penanda pergantian tahun.
Melainkan ruang untuk merenung, bersyukur, dan melakukan introspeksi batin atas berbagai dinamika yang telah dilalui.
Ia menegaskan bahwa kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menjaga keberlanjutan pembangunan Kota Malang.
Melalui kolaborasi dan komitmen bersama, Pemkot Malang berupaya memastikan setiap kebijakan bermuara pada kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menjelaskan bahwa kegiatan doa bersama ini dilakukan secara bergiliran di lima kecamatan.
Tujuannya sebagai bagian dari evaluasi dan refleksi langsung bersama masyarakat.
Kecamatan Lowokwaru menjadi titik kedua setelah sebelumnya dilaksanakan di Kecamatan Sukun.
“Kehadiran kami adalah untuk bersilaturahmi langsung dengan masyarakat. Sekaligus melakukan refleksi dan evaluasi agar pembangunan Kota Malang ke depan semakin berkelas dan mandiri,” kata Wahyu Hidayat.
Kekuatan Doa

Acara dilanjutkan dengan tausyiah oleh Prof. Dr. Zulkarnain Hanafi, Ketua MUI Kecamatan Lowokwaru.
Ia menegaskan bahwa doa merupakan inti dari ibadah dan memiliki kekuatan untuk mengubah takdir, selama disertai keyakinan dan ketulusan.
Ia mengingatkan seluruh pemangku amanah, mulai dari pimpinan daerah hingga perangkat paling bawah. Agar senantiasa meluruskan niat dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, amal perbuatan tidak hanya dinilai dari bentuk lahiriah, tetapi dari niat dan ketulusan hati.
Dalam tausyiahnya, ia juga mengaitkan momentum awal tahun dengan semangat hijrah dan pembaruan niat (tajdidun niyah).
Terlebih kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Rajab yang memiliki keutamaan spiritual.
Realisasikan Program Prioritas
Usai acara, Wali Kota Malang menjelaskan kepada awak media bahwa pada tahun 2026 Pemkot Malang akan fokus merealisasikan janji politik, visi-misi.
Serta lima program prioritas, termasuk program RT Berkelas.
Ia mengakui bahwa pada tahap awal, kebutuhan yang banyak muncul dari masyarakat berkaitan dengan infrastruktur.
Namun demikian, Pemkot Malang akan melakukan penyesuaian agar setiap usulan memiliki konsep perencanaan yang jelas dan berorientasi jangka menengah hingga lima tahun ke depan.

Selain itu, Wali Kota juga menyampaikan bahwa penataan kabel udara akan mulai direalisasikan pada tahun 2026, dengan kawasan prioritas seperti Kayutangan dan jalan-jalan protokol.
Skema pembiayaan akan disesuaikan melalui kerja sama dengan pihak ketiga, CSR, maupun APBD, dengan dasar regulasi yang telah disiapkan.
“Program RT Berkelas akan mulai berjalan pada 2026, dengan pelaksanaan menyesuaikan kesiapan anggaran di kelurahan. Paling cepat dapat mulai direalisasikan sekitar Februari,” jelasnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Ketua Syuriah MWC NU Kecamatan Lowokwaru KH. Hamid Manan.
Sebagai simbol harapan dan komitmen bersama dalam menyongsong tahun 2026 yang lebih baik bagi Kota Malang.








