Malanginspirasi.com – Pemerintah Kota Malang mulai mengoptimalkan pengoperasian Gedung Parkir Kayutangan pada Sabtu malam (10/1/2026) sebagai bagian dari penataan kawasan Kayutangan Heritage.
Gedung parkir ini mulai difungsikan pasca peresmian pada pagi harinya dan masih dalam masa uji coba hingga 13 Januari 2026, dengan layanan parkir gratis selama periode tersebut.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa skema parkir baru ini menjadi solusi mengurai kepadatan kendaraan di sepanjang kawasan Kayutangan.
“Ini salah satu solusi dengan gedung bertingkat, parkir bertingkat, baik yang di Kayutangan maupun Mojopahit. Tingkat kepadatan dan keruwetan kendaraan yang parkir di sepanjang Kayutangan sudah bisa kita atasi,” ujar Wahyu Hidayat, dikutip dari Jatim Times.
Area Parkir Luas
Gedung Parkir Kayutangan, yang berlokasi di Jalan Jenderal Basuki Rahmat, memiliki satu lantai basement untuk 20 mobil dan lantai satu untuk 350 sepeda motor.
Fasilitas ini terintegrasi dengan parkir bertingkat Mojopahit di area belakang, menambah kapasitas 15 mobil dan 450 sepeda motor. Sehingga total kapasitas kawasan mencapai 35 mobil dan 800 motor.

Kepala Bidang Pengelolaan Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Malang, Rahmat Hidayat, menjelaskan, integrasi kedua titik parkir bertujuan memusatkan kendaraan agar tidak memenuhi badan jalan.
“Gedung yang sebelumnya tidak terpakai sekarang teroptimalkan karena sentralnya bisa ke sini,” ujarnya.
Seiring beroperasinya gedung parkir, Dishub Kota Malang juga melakukan penataan parkir di badan jalan.
Pengoperasian Gedung Parkir Kayutangan

Seluruh sepeda motor diarahkan masuk gedung, sedangkan mobil hanya diperbolehkan parkir terbatas di sisi barat Jalan Mojopahit. Dengan sisi timur difungsikan sebagai drop zone dan layanan ojek daring.
Sistem satu arah juga diterapkan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas, dengan akses masuk gedung melalui Jalan Basuki Rahmat dan keluar melalui Mojopahit.
Pada malam pertama pasca peresmian, kawasan Kayutangan ramai hingga larut malam.
Dua area parkir tercatat penuh sekitar pukul 21.35 WIB, namun kondisi tetap terkendali berkat sistem keluar-masuk yang lancar dan pengawasan petugas Dishub di titik strategis.
Baca Juga:
Komitmen Wahyu Hidayat Benahi Persoalan Parkir di Kota Malang
Seperti di pintu masuk untuk tiket dan informasi rute, jalur parkir, serta pintu keluar untuk pengembalian tiket.
Operasional sementara gedung dibuka setiap hari pukul 06.00–24.00 WIB.
Untuk mendukung aktivitas ekonomi kawasan Kayutangan, Dishub juga memberikan toleransi bagi karyawan pertokoan dengan batas maksimal keluar dari gedung parkir hingga pukul 01.00 WIB.
Fasilitas Pendukung Gratis

Tersedia 30 unit CCTV untuk keamanan, toilet gratis dengan tiga bilik, mushola, ruang laktasi, pantry, ruang pemantauan, serta Galeri Mbois di area depan.
Sistem parkir masih manual, dan ke depan akan dikembangkan menjadi e-parking.
Sementara itu, untuk penempatan kafe di dalam gedung parkir, hingga kini belum ada rencana lebih lanjut.
Rahmat Hidayat menekankan bahwa tantangan utama adalah adaptasi pengguna.
“Kendalanya masih soal kebiasaan. Ada yang senang, ada yang tidak, karena sekarang harus berjalan kaki. Tapi ini bagian dari budaya kota. Kalau ingin menjadi kota besar, harus mau berjalan,” ujarnya.
Dari sisi lalu lintas, arus kendaraan kini lancar tanpa parkir liar, dan area pejalan kaki lebih lapang, meningkatkan kenyamanan pengunjung kawasan heritage.

Salah satu pengunjung, Yura, mengaku merasakan dampak positif dari keberadaan gedung parkir baru ini.
“Menurut aku bagus sih, daripada parkir memenuhi yang di depan. Ini lebih rapi dan nyaman,” ujarnya.
Meski mengakui sempat kesulitan mencari parkir karena ramainya pengunjung. Ia menilai jarak menuju kawasan Kayutangan masih mudah dijangkau dan tidak menjadi kendala.








