Malanginspirasi.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dan Jambi secara resmi menandatangani Kesepakatan Bersama (KSB) atau Memorandum of Understanding (MoU).
Kesepakatan ini berisi tentang penyelenggaraan urusan pemerintahan dalam rangka memperkuat kerja sama antardaerah.
Penandatanganan berlangsung di Balai Kota Malang, Senin (12/1/2026), pukul 16.10 WIB.
Dhadiri langsung oleh Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., serta Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., beserta jajaran perangkat daerah dari kedua pemerintah kota.

Kesepakatan Kesamaan Potensi Daerah
Kesepakatan ini dilatarbelakangi oleh kesamaan karakteristik dan potensi kedua daerah.
Khususnya pada sektor perdagangan, jasa, pariwisata, kuliner, dan perhotelan, yang menjadi kontributor utama Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Di tengah tantangan berkurangnya transfer pusat dan dinamika ekonomi nasional. Kolaborasi antardaerah dipandang sebagai langkah strategis untuk saling berbagi praktik baik dan memperkuat kapasitas tata kelola pemerintahan.

Implementasi Peningkatan Layanan Publik dan Daerah
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini tidak sekadar bersifat seremonial.
Melainkan diarahkan pada implementasi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat diketahui melalui peningkatan kualitas layanan publik dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menegaskan komitmen Kota Malang untuk membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya.
Terutama dalam pengembangan pariwisata berbasis event, optimalisasi sektor kuliner dan perhotelan, serta penguatan sistem pendapatan daerah.

“Kami ingin kerja sama ini ditindaklanjuti secara konkret. Kota Malang memiliki sejumlah inovasi. Termasuk kemudahan penyelenggaraan kegiatan melalui program 1.000 event yang berdampak langsung pada okupansi hotel, sektor kuliner, dan UMKM. Pengalaman ini siap kami bagikan, sekaligus kami belajar dari keunggulan yang dimiliki Kota Jambi,” ujar Wahyu.
Ia juga menekankan bahwa identitas Kota Malang sebagai kota yang “Mbois Berkelas” diwujudkan melalui berbagai program unggulan berbahasa lokal.
Layaknya seperti Ngalam Récik (Malang Bersih), Ngalam Pinter, hingga Ngalam Tahes. DInilai sebagai pendekatan pembangunan yang dekat dengan masyarakat dan adaptif terhadap tantangan masa depan.
Perkuat Sistem PAD

Sementara itu, Wali Kota Jambi, Maulana, menyampaikan bahwa kunjungan kerja sekaligus penandatanganan kesepakatan ini didorong oleh keinginan Kota Jambi.
Dengan tujuan untuk memperkuat sistem peningkatan PAD. Khususnya melalui digitalisasi pendataan sektor pajak dan retribusi daerah.
Ia menilai Kota Malang sebagai salah satu daerah yang berhasil mengelola pendapatan dari sektor kuliner, perhotelan, dan pariwisata secara real time berbasis teknologi informasi.
“Kami melihat langsung bagaimana sistem pendapatan daerah di Kota Malang berjalan dengan baik. Inilah yang ingin kami pelajari dan terapkan di Kota Jambi. Baik melalui pendampingan sistem maupun penguatan sumber daya manusia. Target kami adalah meningkatkan PAD hingga menembus satu triliun rupiah,” jelas Maulana.

Dalam kerja sama ini, ruang lingkup yang disepakati meliputi penyelenggaraan urusan pemerintahan dan penguatan kapasitas aparatur.
Juga pertukaran pengetahuan dan teknologi, serta dukungan peningkatan pendapatan daerah berbasis sektor pariwisata dan jasa.
Implementasi ke Depan
Implementasi konkret ke depan mencakup kemungkinan penugasan SDM antardaerah, pendampingan teknis, serta promosi potensi pariwisata secara timbal balik.
Sebagai tindak lanjut, Wali Kota Malang direncanakan melakukan kunjungan balasan ke Kota Jambi.
Sementara Pemerintah Kota Jambi akan turut mempromosikan Kota Malang sebagai destinasi wisata dan kota event.

Kedua pihak juga membuka peluang pembentukan tim teknis dan program lanjutan untuk memastikan keberlanjutan kerja sama dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Kerja sama antardaerah ini diharapkan menjadi contoh sinergi nasional yang saling menguatkan, adaptif terhadap tantangan ekonomi, serta mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pemerintah Kota Malang dan Pemerintah Kota Jambi optimistis kolaborasi ini akan mempercepat pembangunan daerah.
Sekaligus memperkokoh semangat gotong royong dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.








