Malanginspirasi.com – Wali Kota Malang Ir. Wahyu Hidayat M.M menghadiri Tasyakuran Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Minggu (18/2/2026).
Dalam acara yang berlangsung di gedung PWI Malang Raya di Jln. MT Haryono Malang itu, Wahyu mengatakan bahwa Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) adalah mitra pemerintah.
“PWI membantu pemerintah untuk bisa menyampaikan keberhasilan dan juga kritik untuk memberikan masukan yang berguna dan positif dan juga kita akan teruskan dan tindak lanjuti,” kata Wahyu kepada awak media.
Wahyu mengucapkan terima kasih kepada PWI yang telah bekerja sama dengan baik bersama Pemkot Malang.
“Sehingga kerja sama tersebut dapat menjadikan Kota Malang lebih baik lagi. Ya kalau berita hoaks mari kita tangkal bersama,” lanjutnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tugas Pemkot Malang dan PWI adalah bagaimana menangkal berita hoaks yang sering tersebar di media sosial.

Penghargaan Trofi Abyakta Anugerah Kebudayaan dari PWI Pusat
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Malang juga mengomentari tentang Trofi Abyakta Anugerah Kebudayaan yang ia terima dari PWI Pusat pada acara puncak HPN 2026 di Serang, Banten beberapa waktu lalu.
Sebagai informasi, Trofi Abyakta ini adalah bentuk apresiasi untuk kepala daerah yang berkomitmen kuat serta praktik nyata untuk memajukan kebudayaan di daerahnya.
Penilaian tersebut berdasarkan konsistensi Wali Kota Malang mendorong kemajuan kebudayaan sebagai penggerak pembangunan melalui sinergi lintas sektor.
Baca Juga:
Wali Kota Malang Terima Anugerah Kebudayaan dari PWI di Puncak HPN 2026
Salah satunya program 1.000 Event serta pengembangan Malang sebagai Kota Kreatif Dunia di bidang Media Arts sesuai penetapan dari UNESCO.
“Penghargaan tersebut merupakan representasi dari kebudayaan yang ada di Kota Malang dan ini adalah sebagai bentuk apresiasi dari PWI dimana Pemkot Malang bisa menjadikan kebudayaan Kota Malang ini digemari oleh semua kalangan usia,” papar dia.
Menurutnya, budaya di Kota Malang ini bahkan telah populer secara global.
“Bahkan budaya Kota Malang sampai go internasional tak hanya dikenal tetapi disukai oleh semua warga Indonesia maupun internasional,” pungkas Wahyu.







