BMKG Prediksikan Potensi Hujan Lebat Imbas Monsun Asia di Jatim dan Bali Nusra

Malanginspirasi.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat  meningkatkan kewaspadaan akan potensi hujan lebat di mayoritas wilayah Indonesia mulai 15 sampai 21 Februari 2026.

Fenomena dinamika atmosfer ini bergerak dinamis sehingga memicu pertumbuhan awan hujan utamanya di kawasan Sumatera dan Jawa juga Nusa Tenggara (Nusra) serta Sulawesi bagian utara.

Dalam penjelasannya, Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani mengatakan terjadi penguatan Monsun Asia sesuai hasil analisis terkini.

Aliran angin baratan yang cukup dominan  mempercepat pertumbuhan awan konvektif di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan.

Kondisi ini diperkuat aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO)  pada fase Indian Ocean.

Baca Juga:

Tingkat Kunjungan Tinggi Hari Ini, Kadar Kualitas Udara di Kota Malang Dalam Kondisi Sedang

Selain itu gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby juga memicu terbentuknya perlambatan serta belokan angin (konvergensi), utamanya di pesisir selatan Jawa sampai Nusra.

“Kombinasi faktor-faktor tersebut meningkatkan potensi hujan intensitas sedang dan lebat sampai sangat lebat serta petir dan angin kencang di sejumlah kawasan selama periode 15 sampai 21 Februari 2026,” jelas Andri seperti dikutip dari situs resmi BMKG.

Potensi Cuaca Ekstrem

Cuaca ekstrem berpotensi terjadi di seluruh kawasan Sumatera, Jawa dan Bali Nusra juga Sulawesi hingga Papua.

Potensi tersebut masih akan terjadi hingga 17 sampai 18 Februari.

Sedangkan beberapa wilayah yang perlu mewaspadai potensi cuaca ekstrem pada 19 Februari termasuk Jawa Timur dan kawasan Kalimantan serta Papua.

Pada 20-21 Februari mendatang potensi masih berlanjut terutama di kawasan Sumatera Barat, Jawa Timur dan Bali – Nusra.

Plh. Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi potensi dampak bencana hidrometeorologi.

“Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan memperkuat kesiapsiagaan dan juga  langkah mitigasi sesuai tingkat risiko serta karakteristik kerentanan di masing-masing wilayah,” jelas Ida.

BMKG mengimbau masyarakat di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan serta menghindari aktivitas di lokasi berisiko seperti aliran sungai dan lereng rawan longsor dan  wilayah yang berpotensi banjir dan genangan.

Masyarakat dapat memantau memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG seperti situs resmi BMKG dan media sosial resmi @infobmkg.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *