Malanginspirasi.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersama Polresta Malang Kota menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Bidang Operasional guna mempersiapkan Operasi Ketupat 2026. Rakor yang digelar di Aula Sanika Satyawada, Senin (2/3/2026), ini bertujuan menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 H.
Rapat dihadiri unsur TNI-Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Pertamina, serta instansi terkait lainnya. Agenda utama membahas potensi kerawanan lalu lintas, stabilitas harga pangan, distribusi energi, hingga pengamanan kegiatan ibadah dan libur panjang di wilayah Kota Malang dan Malang Raya.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyatakan, meskipun data proyeksi menunjukkan penurunan pergerakan masyarakat dibanding tahun sebelumnya, seluruh pihak diminta tidak lengah.
“Meski ada indikasi penurunan mobilitas, kita tidak boleh under estimated. Kota Malang adalah destinasi wisata dan pusat aktivitas ekonomi. Karena itu, kami tetap mempersiapkan secara maksimal, termasuk pos pengamanan dan pelayanan saat Idulfitri maupun Hari Raya Nyepi,” ujar Wahyu.
Pemkot Malang, lanjutnya, akan melakukan pemantauan keliling di titik-titik rawan kepadatan. Terutama jalur masuk kota dan kawasan wisata, guna memastikan pemudik dan wisatawan mendapatkan rasa aman serta pelayanan terbaik.
Sinergi Lintas Sektoral
Di tempat yang sama, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana menegaskan pihaknya siap mendukung penuh langkah Pemkot Malang dalam menjaga situasi kamtibmas.
“Kami mendukung penuh Pemerintah Kota Malang dalam mewujudkan situasi yang aman, nyaman, dan kondusif selama bulan suci Ramadhan hingga Idulfitri. Sinergi lintas sektoral menjadi kunci agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal,” tegasnya.
Putu Kholis menambahkan, Malang Raya menjadi salah satu titik akhir mobilitas pada momen Ramadhan dan Idulfitri. Volume kendaraan diprediksi meningkat, khususnya di akses wisata, pusat perbelanjaan, serta jalur keluar-masuk tol.
“Exit Tol Madyopuro menjadi perhatian khusus. Pengelolaan arus akan dilakukan secara terintegrasi dengan Tol Lawang dan Singosari. Hal ini agar distribusi kendaraan lebih merata dan tidak terjadi bottleneck di wilayah Kota Malang,” jelasnya.
Selain pengaturan arus lalu lintas dan penambahan personel, Polresta Malang Kota juga akan melakukan pembinaan terhadap juru parkir serta penataan lokasi parkir di kawasan wisata. Juga pusat belanja agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, dalam Operasi Ketupat 2026 Polri akan mendirikan pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu. Pembatasan operasional kendaraan barang sesuai ketentuan juga akan diterapkan.
Polresta Malang Kota telah menyiapkan tim urai kemacetan yang akan berkoordinasi dengan Command Center Dinas Perhubungan Kota Malang. Tim ini akan mengatur waktu traffic light secara dinamis jika terjadi peningkatan volume kendaraan di jalur-jalur padat.
Kapolresta juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat bertransaksi di pusat keramaian.
Terkait stabilitas pangan, pemantauan harga bahan pokok terus dilakukan, sementara stok BBM dan elpiji dipastikan aman serta distribusinya lancar.
Dengan soliditas dan kolaborasi lintas sektoral, Pemkot Malang dan Polresta Malang Kota optimistis pelaksanaan Ramadhan dan Idulfitri 1447 H dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif.







