Malanginspirasi.com – Meski situasi di Timur Tengah memanas akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) tetap aman dan lancar. Karena itu PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus meminta agar masyarakat tidak khawatir, terutama selama bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026.
Hal ini disampaikan Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus.
“Saat ini rata-rata ketahanan stok BBM, khususnya di wilayah Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, dipastikan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Khususnya di momen Bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. Ketersediaan ini juga terus diperkuat melalui pasokan rutin dan terjadwal sesuai perencanaan suplai dan distribusi yang telah ditetapkan dan ditambah pola build up stock yang sudah dijalankan semenjak jelang Bulan Ramadan,” jelasnya.
Menurut Ahad, stok BBM saat ini mencukupi rata-rata untuk 13 hari ke depan. Angka ini bukanlah batas akhir, karena pasokan terus ditambah secara berkala. Distribusi ke semua SPBU, agen, dan lembaga penyalur berjalan tanpa kendala.
Langkah Antisipasi Pertamina
Tidak hanya mengandalkan stok existing BBM, Pertamina juga melakukan metode RAE, yaitu Regular (jalur biasa), Alternatif (jalur cadangan) dan Emergency (jalur darurat) untuk mengatasi segala kemungkinan gangguan.
Selain juga dilakukan Build-up Stok, Satgas Ramadan dan Idulfitri. Serta koordinasi ketat yang bekerja sama dengan pemerintah daerah, TNI/Polri, dan stakeholder lain untuk mengamankan distribusi.
Untuk diketahui, konflik di Timur Tengah sepekan terakhir sempat membuat masyarakat khawatir. Penutupan Selat Hormuz, jalur penting impor minyak dunia, menjadi penyebabnya.
Di Indonesia, hal ini memicu antrean panjang di beberapa SPBU, seperti di Jember, Jawa Timur, pada 5 Maret 2026. Banyak warga melakukan panic buying karena takut kehabisan stok.
Pertamina langsung merespons dengan penjelasan terbuka. Mereka menegaskan bahwa Indonesia sudah mendiversifikasi sumber pasokan dan membangun cadangan stok sejak jauh hari.
Di Jatimbalinus, persiapan khusus dilakukan untuk menyambut lonjakan permintaan saat mudik Lebaran.







