Sri Untari Pimpin Doa Bersama Lintas Agama di Kopmen SBW Malang, Mohonkan Hujan dan Keselamatan Alam

Peristiwa13 views

Malanginspirasi.com  –  Gedung SBW Malang bernuansa khusuk ketika Koperasi Konsumen Setia Budi Wanita (Kopmen SBW) menyelenggarakan doa bersama yang mempertemukan berbagai agama dan penghayat kepercayaan.

Hadir dalam acara ini para pengurus, pengawas, karyawan, dan perwakilan ketua kelompok.

Rangkaian acara dibuka dengan pembacaan puisi berjudul “Bumi yang Dahaga” oleh Laili Fitria dari Kelompok 340.

Setelahnya, peserta menyanyikan Indonesia Raya tiga stanza dan mendengarkan lantunan balada karya Ebiet G. Ade.

Keharuan terasa ketika Ketua Kopmen SBW Malang, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP., naik ke podium.

Suaranya sempat bergetar karena menahan tangis saat mengenang makna puisi yang baru saja dibacakan.

”Hati saya habis mendengar puisi tadi. Pikiran dan hati kita seperti tercabik-cabik. Kita selalu memanfaatkan bumi hanya untuk kepentingan kita sendiri, tetapi tidak pernah merawatnya dengan tulus dan ikhlas. Bumi menangis, alam berteriak,” ungkap Sri Untari dengan menahan tangis di hadapan para peserta doa bersama.

Ketua Komisi E DPRD Jatim ini mengajak hadirin mengingat ajaran leluhur Jawa yang memandang manusia dan alam semesta terikat secara batin.

Menurutnya, bumi dan langit adalah makhluk hidup yang pantas dihormati sebagai “saudara tua” manusia. Makanan dari tanah, air minum, hingga udara yang dihirup, semuanya adalah anugerah cuma-cuma dari alam.

”Bumi kuwi urip, langit iku urip. Dari bumi apa yang keluar kita makan, airnya kita minum, dan udara langit kita hirup. Jangan lagi menganggap bumi hanya bertugas melayani kita tanpa kita mengembalikan keharmonisannya,” tuturnya.

Doa bersama ini diikuti tokoh dan pemuka dari agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha, serta penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Para pemuka agama dan kepercayaan sebelum memimpin doa bersama di SBW (Tri Sukma)

Sebelum doa dimulai, Sri Untari meminta seluruh keluarga besar SBW menyelaraskan niat dan menjaga kekhusyukan, tanpa terganggu oleh ponsel maupun keinginan merekam untuk media sosial.

Ia kemudian menjelaskan empat tujuan utama munajat lintas agama tersebut.

Yang pertama adalah menggugah kesadaran moral dengan mengingatkan manusia akan tanggung jawabnya untuk hidup berdampingan secara harmonis dan merawat kelestarian alam.

Yang kedua mohon perlindungan dan limpahan rahmat bagi seluruh keluarga besar SBW, mulai dari suami, anak-cucu, anggota, karyawan, hingga pengurus dan pengawas koperasi.

Kemudian juga memohon keteguhan hati dan kelapangan rezeki agar mampu melewati berbagai tantangan zaman.

Harapan berikutnya memohon kepada Sang Pencipta agar hujan segera turun, sehingga mata air kembali pulih, titik api padam, dan para petani dapat kembali bercocok tanam.

”Kita memohon dengan penuh keikhlasan kepada para tokoh agama untuk melambungkan doa ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Semoga pintu rahmat dan pintu rezeki dibuka lebar, bala dan bencana dijauhkan, serta hujan segera turun membawa berkah bagi kita semua,” pungkas Sri Untari.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *