Malanginspirasi.com – Bulan Ramadan baru berjalan empat hari, bahkan belum genap seminggu umat muslim berpuasa. Namun, swalayan-swalayan sudah dipadati dengan hidangan wajib lebaran. Dari jejeran aneka kue kemasan hingga tumpukan minuman ringan berbagai rasa.
Pemandangan lorong-lorong swalayan yang dipenuhi dengan kardus-kardus sumber kemanisan lebaran bukan hanya antisipasi meningkatnya permintaan pelanggan akan kue dan minuman kemasan guna menyambut Hari Raya Idul Fitri. Melainkan bagian budaya tahunan dalam perayaan hari kemenangan umat muslim.
Salah satu swalayan yang menyadari tradisi ini, adalah Swalayan Enak Eco yang berada di Karangploso, Kabupaten Malang.
Enak Eco dipenuhi dengan jejeran kaleng berisi wafer roll, cookies, atau biskuit beserta tumpukan kardus air mineral kemasan ekonomis hingga minuman kemasan berbagai rasa.
Sholikhah (52), seorang ibu rumah tangga, salah satu pelanggan Enak Eco memberikan pendapatnya tentang fenomena ini.
“Ini sudah jadi tradisi, awal puasa belanja hidangan hari raya nanti,” ujarnya.
Ia juga mengatakan bahwa belanja di awal puasa lebih praktis dan hemat.
“Belanja pas awal-awal (puasa) itu lebih enak. Pilihannya banyak, masih murah juga. Juga masih belum sibuk sama persiapan lebaran lainnya,” imbuhnya.

Persiapan lebaran membutuhkan banyak hal. Dari hidangan di meja yang biasanya dipenuhi dengan kue-kue kemasan kaleng dan minuman manis kemasan hingga sajian makanan berat yang nanti dinikmati bersama sambil bercakap ringan.
Karena itu kue dan minuman kemasan menjadi pilihan praktis untuk lebih fokus mempersiapkan sajian makanan berat yang lebih bermakna. Fenomena ini menunjukkan betapa dekatnya budaya lebaran dengan makanan.
Sebuah bentuk nyata masyarakat Indonesia memaknai kebersamaan dengan berbagai makanan.







