Jejak Pengabdian Dra. Hj. Hanik Andriani Wahyu Hidayat: Teladan yang Menetap di Kota Malang

Malanginspirasi.com – Kota Malang kehilangan salah satu figur penting yang selama ini menjadi penggerak berbagai program sosial.

Dra. Hj. Hanik Andriani Wahyu Hidayat, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Malang dan istri Wali Kota Malang, berpulang pada usia 57 tahun.

Ia meninggalkan seorang anak, seorang cucu, serta jejak pengabdian yang tak henti disebut sebagai teladan bagi banyak orang. Tangis keluarga pecah saat jenazah disemayamkan.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat tampak menggendong cucu kecil mereka, sementara putri satu-satunya menggandeng erat tangannya.

Profil Singkat
Jejak Pengabdian Dra. Hj. Hanik Andriani Wahyu Hidayat: Teladan yang Menetap di Kota Malang
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengabadikan momen bersama istrinya, Hanik Andriani. (pkk.malangkota.go.id)

Lahir pada 23 Oktober 1968, Hanik dikenal sebagai pribadi yang religius dan penuh keteguhan hati. Hanik menjalani pernikahan bersama Wahyu sejak 1993.

Selama 30 tahun rumah tangga itu dibangun, ia bukan hanya menjadi istri dan ibu, tetapi sekaligus sahabat perjalanan karir suaminya dalam berkiprah di dunia politik.

Pada masa-masa penting dalam perjalanan karier sang suami, ia kerap sowan ke para guru dan ulama, melakukan istikharah, serta memperbanyak amalan sebagai bentuk doa untuk kelancaran langkah suaminya.

Keluarga juga menyampaikan saat momen pelepasan jenazah, Wali Kota Wahyu Hidayat pernah mengatakan, “Aku bisa membaca Al-Qur’an karena istriku.”

Kalimat singkat itu menjadi cerminan betapa Hanik berperan sebagai pendamping yang menjaga nilai-nilai agama dalam keluarga.

Peran sosial Hanik bukanlah sesuatu yang muncul tiba-tiba ketika suaminya menjabat sebagai Wali Kota.

Perjalanan Mengabdi
Jejak Pengabdian Dra. Hj. Hanik Andriani Wahyu Hidayat: Teladan yang Menetap di Kota Malang
Hanik Andriani ketika bertugas turun lapangan menemui petani buah. (Instagram/@pkkkotamalang)

Pada 2022, sebelum Wahyu dilantik sebagai penjabat wali kota, ia telah aktif mendampingi berbagai kerja lapangan, termasuk saat Wahyu menjabat Sekretaris Pokja Bunda PAUD Kabupaten Malang.

Ketika Wahyu dilantik sebagai PJ Wali Kota Malang pada 26 September 2023, Hanik memperoleh amanah sebagai penjabat PJ Ketua TP PKK Kota Malang.

Setelah setahun menjalankan tugas, ia kembali dilantik sebagai Ketua TP PKK Kota Malang pada 12 Maret 2025 oleh Ketua TP PKK Jawa Timur Arumi Bachsin.

Di bawah kepemimpinannya, PKK Malang menggerakkan berbagai program prioritas, mulai dari pencegahan stunting, pemberdayaan UMKM, pendampingan PAUD, hingga ketahanan pangan berbasis urban farming dan budi daya ikan air tawar.

Hanik dikenal turun langsung, memiliki kedekatan dengan masyarakat, dan memberi perhatian pada detail-detail kecil yang luput dari sorotan publik.

Pribadi yang Hangat
Jejak Pengabdian Dra. Hj. Hanik Andriani Wahyu Hidayat: Teladan yang Menetap di Kota Malang
Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin, saat berbicara dengan wartawan media Malang Inspirasi. (Ananda Putri Noviana)

Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin menjadi salah satu tokoh yang menyampaikan kesan mendalam.

Ia mengungkapkan bahwa sebelum menjabat Ketua TP PKK Kota Malang, Hanik sudah berulang kali menunjukkan dukungan dan inisiatif besar.

“Beliau selalu memberikan support luar biasa,” tuturnya.

Dalam setiap kunjungan ke Malang, Arumi merasakan semangat Hanik yang tak pernah surut. Ia kerap mengajak berkeliling, memperkenalkan UMKM baru, hingga mengajak turun ke posyandu.

“Beliau tidak pernah lepas dari senyum,” kenangnya tentang pertemuan mereka dua hari sebelum Hanik wafat.

Jejak Pengabdian Dra. Hj. Hanik Andriani Wahyu Hidayat: Teladan yang Menetap di Kota Malang
Wali Kota Batu, Nurochman, SH., MH., saat berbicara dengan wartawan media Malang Inspirasi. (Ananda Putri Noviana)

Wali Kota Batu, Nurrochman turut memberikan testimoni yang menggambarkan kehangatan Hanik sebagai pribadi sehari-hari.

Ia menceritakan bahwa istrinya kerap dibantu Hanik membetulkan jilbab saat bertemu di berbagai kegiatan.

Doa dan kesaksian mengalir deras saat prosesi pelepasan jenazah.

Pemimpin doa, Ketua MUI Kota Malang, Dr. K.H. Isroqunnajah, M.Ag, mengucapkan lantunan harapan yang menggetarkan.

“Terangkan kuburnya, terangi jalannya, ampuni dosa-dosanya, dan jadikan peristirahatannya seindah taman surga-Mu.”

Jejak Pengabdian Dra. Hj. Hanik Andriani Wahyu Hidayat: Teladan yang Menetap di Kota Malang
Keluarga dan para kerabat berdoa usai jenazah Dra. Hj. Hanik Andriani dimakamkan. (Ananda Putri Noviana)

Ulama dan tokoh masyarakat yang hadir memberikan kesaksian atas kebaikan almarhumah.

Berkali-kali hadirin menyerukan, “Almarhumah ini orang baik.” Sebuah kesaksian bersama yang menunjukkan betapa luas jejak amal yang ia tinggalkan.

Dr. K.H. Isroqunnajah, M.Ag menekankan kemuliaan wafat pada hari Jumat, sebuah tanda yang dalam tradisi Islam dipandang sebagai pertanda kebaikan.

Ia mengajak masyarakat untuk meneladani dan melanjutkan kebaikan-kebaikan yang semasa hidup diperjuangkan Hanik.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *