Bermula dari Baju Sang Putri, Langkah Berani Hany Sahara Membawa Torilla Mode Mendunia

Malanginspirasi.com – Berawal dari kegemaran menggambar sejak kecil, siapa sangka perjalanan hidup Hany Sahara justru membawanya menjadi desainer sekaligus pemilik brand Torilla Mode yang kini dikenal hingga luar negeri.

Perempuan kelahiran Banyuwangi, 30 Agustus 1988 ini membuktikan bahwa keterbatasan latar belakang pendidikan bukanlah penghalang untuk menembus industri fashion yang kompetitif.

Terjun Dunia Fashion

Hany merupakan lulusan SMAN 1 Tegal Delimo Banyuwangi. Ia tidak mengawali kariernya dari sekolah tata busana, melainkan dari dunia kecantikan.

Ia sempat menempuh pendidikan hairstylist di Rudy Hadisuwarno School dan menjalankan bisnis salon kecantikan.

Dari sanalah ketertarikannya pada dunia fashion perlahan tumbuh, terutama saat ia sering mendesain kebaya untuk wisuda anak anak. Namun, saat itu ia belum memiliki kemampuan menjahit sendiri.

Titik balik hidupnya datang dari sosok kecil yang sangat dekat dengannya, sang putri. Anak perempuannya hobi mengikuti lomba modelling, sementara Hany selalu merasa kurang puas dengan busana yang dipesan dari orang lain.

“Karena merasa kurang puas, akhirnya saya coba bikin sendiri baju untuk anak saya. Ternyata setiap dipakai lomba, dia selalu dapat juara,” kenangnya.

Bermula dari Baju Sang Putri, Langkah Berani Hany Sahara Membawa Torilla Mode Mendunia
Busana anak-anak karya Torilla Mode. (Riznima Azizah Noer)

Dari situ, Hany mulai percaya bahwa karyanya memiliki nilai lebih.

Permintaan pun datang dari lingkungan terdekat. Teman teman anaknya mulai memesan busana. Hany melihat peluang yang selama ini tak ia sadari.

Ia lalu memutuskan belajar secara serius dengan mengikuti berbagai kursus desain, menjahit, membuat pola, hingga sertifikasi profesional.

“Saya les terus, belajar desain, jahit, bikin pola, sampai ikut sertifikasi dan trainer,” ujarnya.

Langkah Berbisnis

Langkah awal bisnis Torilla Mode justru dimulai secara daring. Tanpa rasa percaya diri yang utuh, Hany memberanikan diri menjual karyanya lewat media sosial.

Respon pasar di luar Malang ternyata sangat positif. Pesanan datang dari Jakarta, Surabaya, Kalimantan, hingga berbagai daerah lain.

Seiring waktu, nama Torilla Mode mulai dikenal di Kota Malang. Hany memilih menjalankan bisnis dari rumah demi tetap menjalankan perannya sebagai ibu dari dua anak.

Satu rumah ia tinggali, sementara satu rumah lainnya difungsikan sebagai galeri dan tempat produksi.

Kesempatan besar datang ketika Hany mengikuti pelatihan dari Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang (Diskopindag).

Karyanya dinilai paling berbeda di antara peserta lain dan membawanya meraih juara pertama.

Meski mengaku otodidak, justru dari situlah ia mendapat kepercayaan sebagai desainer binaan.

Berbagai fashion show bergengsi ia ikuti dengan dukungan penuh dari Diskopindag, lalu membuka mata dan hatinya tentang dunia fashion profesional.

Bermula dari Baju Sang Putri, Langkah Berani Hany Sahara Membawa Torilla Mode Mendunia
Koleksi busana anak-anak oleh Hany Torilla Mode. (Riznima Azizah Noer)

Kini, Torilla Mode tak hanya dikenal secara nasional, tetapi juga merambah pasar internasional seperti Amerika dan Hongkong.

Dari harga busana ratusan ribu rupiah, kini karyanya bisa dihargai hingga jutaan.

“Kalau orang mau beli dengan harga sekian, berarti mereka menilai karya kita layak dihargai segitu,” katanya.

Modal awal yang sederhana tak membuatnya surut. Dengan mesin jahit dari sang suami dan modal Rp500 ribu, Hany membangun segalanya dari nol.

Baca Juga:

YDC 2025 Resmi Diluncurkan, Desainer Muda Malang Siap Naik Ke Tingkat Global

Ia pun aktif mendorong desainer muda untuk berani memulai.

“Untuk para desainer muda yang ingin terjun, fokus sama tujuan, jangan lihat kanan kiri. Yang penting semangat dan mau belajar,” pesannya.

Kisah Hany Sahara menjadi bukti bahwa keyakinan, ketekunan, dan keberanian melangkah dapat menjahit mimpi menjadi kenyataan.

Seperti karya karya indah Torilla Mode yang kini merambat hingga mancanegara.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *