Malanginspirasi.com – Keberhasilan Ida Ayu Mas Rania Laksita Gantari sebagai finalis Duta Kebudayaan Kota Malang 2026 tentu bukan tanpa kerja keras dan kedisiplinan.
Siswa kelas 5 SD Taman Harapan Malang ini mengatakan bahwa finalis duta kebudayaan bukan sekadar gelar semata.
“Gelar ini bukan sekadar selempang atau penghargaan semata tetapi bagi saya adalah amanah dan tanggung jawab besar untuk menjaga, melestarikan, serta mempromosikan budaya daerah,” katanya kepada wartawan Malang Inspirasi.
Sebagai seorang pelajar, tentu dia harus dapat membagi waktu secara tepat supaya lebiih maksimal dalam persiapannya.
Ida Ayu Mas mengakui ada beberapa tantangan yang harus ia hadapi setelah lolos ke seleksi tahap 2 Pemilihan Putra Putri Kebudayaan Jawa Timur 2026.
Baca Juga:
“Mulai dari persiapan mental, memperluas ilmu dan wawasan khususnya tentang kebudayaan Kota atau Kabupaten Malang. Persiapan tersebut juga mengasah sikap, kepercayaan diri, dan manajemen waktu,” katanya.
Dia memiliki cara tersendiri untuk tetap percaya diri saat menghadapi para finalis dari seluruh Provinsi Jawa Timur.
“Saya fokus mempersiapkan mental serta kepercayaan diri, sekaligus memperdalam wawasan tentang kebudayaan yang ada di Jawa Timur” bebernya.
Rutinitas hariannua pun terbilang disiplin karena memang ia sudah sering mengikuti lomba sejak usia 5 tahun.
Setelah pulang sekolah, ia meluangkan waktu satu minggu sekali untuk berlatih modelling selama kurang lebih 1 jam.
“Jadi malamnya saya masih sempat untuk mengulang pelajaran dan mengerjakan PR dari sekolah,” jelas siswa yang bercita-cita menjadi dokter ini.
Kunci kesuksesan putri pasangan Utari Wahyuningtyas dan Ida Bagus P. Dharma S, ST, adalah rajin belajar, selalu konsentrasi saat mengikuti pelajaran.
Bahkan ia selalu memperluas pengetahuan baik secara akademik maupun non-akademik, di sekolah maupun di luar sekolah.
Borong Prestasi di Kompetisi Matematika

Menarik untuk disimak bahwa Ida Ayu juga sering mengharumkan nama SD Taman Harapan lewat kompetisi Olimpiade Matematika.
Baginya matematika bukan sekadar pelajaran, melainkan sesuatu yang sangat menyenangkan.
“Pelajaran matematika bagi saya sangat menyenangkan. Dalam pelajaran ini saya dapat menemukan jawaban yang pasti. Saya juga senang memecahkan masalah atau tantangan,” ungkapnya dengan antusias.
Deretan prestasi di bidang matematika yang telah diraihnya antara lain di ajang Kompetisi Matematika, Sains dan Bahasa Inggris (KMSI) sebagai Finalis tingkat nasional (2022), kemudian juga di kompetisi Matematika dan IPA (MIPA) sebagai Juara 1 se-Kota Malang pada 2023.
Ida Ayu juga meraih medali perunggu tingkat nasional (2025) di Olimpiade Sains Indonesia.
Tahun ini, ia menjadi finalis tingkat provinsi (2026) yakni di OSI dan juga Kompetisi Pelajar Juara Indonesia (Komperasia).
Pastinya dia menjadi inspirasi teman-teman sekolah dan juga rekan sebaya dengan capaian ini.
“Rajin belajar, selalu konsentrasi jika ada pelajaran dan memperluas pengetahuan dengan cara belajar di sekolah maupun di luar sekolah baik secara akademik maupun non akademik,” katanya berbagai rahasia sukses.







