Malanginspirasi.com – Alumni Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB), Zulfikar Dabby Anwar, menorehkan kebanggaan dengan meraih beasiswa VLIR-UOS Scholarship untuk melanjutkan studi pada program International Master of Science in Rural Development (IMRD).
Perjalanan lulusan Program Studi Agribisnis angkatan 2019 ini adalah bukti bahwa mimpi besar dapat diraih lewat kerja keras, konsistensi, dan semangat belajar tinggi.
Ia akan menempuh pendidikan di tiga negara sekaligus, yakni Belgia, Slovakia, dan Vietnam, lewat program kolaborasi internasional di bawah skema Erasmus Mundus Joint Master Degree (EMJMD).
Dalam perjalanannya, Zulfikar akan menempuh ilmu di beberapa universitas ternama dunia, yakni Ghent University, Slovak University of Agriculture in Nitra, serta Can Tho University.

Tak hanya itu, ia juga akan mengikuti summer case study di wilayah Tuscany, Italia yang merupakan bagian dari penguatan wawasan global dalam pengembangan pedesaan.
Sejak awal bergabung di lingkungan FP UB lewat kegiatan PKKMB tahun 2019, ia tak hanya aktif di bidang akademik.
Namun juga berbagai kegiatan non-akademik yang membentuk karakter dan kepemimpinannya.
Ketertarikannya terhadap isu sosial dan lingkungan pun tumbuh seiring waktu.
Baca Juga:
Ikuti Program Research Exchange Internasional Lewat MSCIA, Mahasiswa FK UB Berikan Kesan Ini
Dorongan tersebut mengantarkan Zulfikar berkontribusi dalam organisasi non-profit EcoLiving Community Indonesia yang bergerak di bidang food waste management.
Ia turut menyuarakan isu sosial dan lingkungan di tingkat internasional seperti The 47th Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Programme serta eMpowering Youths Across ASEAN Cohort 4 yang berlangsung di Thailand dan Malaysia.
Zulfikar tak meraih sukses secara instan dimana ia mengungkapkan sempat mengalami kegagalan dalam sembilan kesempatan beasiswa sebelumnya.
Hingga pada akhirnya, ia berhasil memperoleh beasiswa penuh dari pemerintah Belgia melalui program VLIR-UOS.
Dia akan fokus pada isu rural livelihood and climate change dalam studi magisternya.
Bidang ini sangat relevan dengan tantangan pembangunan pedesaan di Indonesia.
Pengalaman belajar lintas negara yang akan ia jalani diharapkan mampu menjadi bekal inovasi serta solusi nyata untuk pembangunan pertanian dan pedesaan di tanah kelahirannya.
Dia katakan kemampuan bahasa Inggris dan critical thinking penting untuk menempuh studi di luar negeri.
Tetapi kemampuan untuk menjual mimpi dan perjalanan hidup yang telah dilalui juga tidak kalah penting.
Ia memberikan pesan inspiratif bagi seluruh mahasiswa Universitas Brawijaya, khususnya keluarga besar MAPERTA UB.
“Kadang kita tidak pernah tahu bagaimana perjalanan hidup dan takdir. Jadi berikan 100 persen usaha dan doa terbaik di setiap kesempatan. Tuhan tidak membawa kita sejauh ini untuk jatuh. Jadi jangan takut untuk bermimpi dan terbang tinggi,” tegas Zulfikar.







