Borneo Peduli, Usung Semangat Kemanusiaan dan Kebersamaan Perantau di Bumi Kalimantan

Malanginspirasi.com – Borneo Peduli, sebuah organisasi yang didirikan oleh seorang perantau di Kalimantan, menjadi simbol semangat kemanusiaan dan kebersamaan. Berawal dari seorang perantau yang datang ke Borneo, organisasi ini tidak hanya diterima dengan baik oleh masyarakat setempat. Tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam membangun kesejahteraan sosial.

Borneo Peduli hadir dengan tujuan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan serta menyamaratakan derajat manusia tanpa memandang suku, agama, atau latar belakang sosial.

Dengan semangat kebersamaan, Borneo Peduli aktif dalam berbagai kegiatan sosial, salah satunya memberikan santunan kepada fakir miskin. Santunan ini diadakan secara rutin setiap tiga bulan sekali, dengan agenda khusus pada bulan Ramadan yang selalu menjadi momen utama pelaksanaannya.

Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang membutuhkan serta memperkuat solidaritas antar sesama.

Pendiri Borneo Peduli, Sam Dempeil, mengungkapkan ide pembentukan organisasi ini muncul dari keprihatinannya terhadap kondisi sosial di sekitar Bontang dan Sangatta.

“Aku Sam, pertama ne, di sekitar Bontang-Sangatta masih banyak saudara kita yang kekurangan, dan sering aku temui orang terlantar dan orang sakit gak ada saudara. Kalau aku sendiri, aku gak bisa berbuat banyak. Jadi aku buat organisasi Borneo Peduli,” ujarnya.

Emban Tanggung Jawab Sosial

Keputusan untuk mendirikan Borneo Peduli bukan hanya keinginan pribadi, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab sosial yang lebih besar. Sam Dempeil menyadari bahwa dengan bergerak bersama, lebih banyak masyarakat yang bisa dibantu.

Dukungan dari berbagai pihak, termasuk warga lokal dan sesama perantau, membuat organisasi ini semakin berkembang dan mampu menjalankan berbagai program sosial.

Selain santunan dan pembangunan infrastruktur sosial, Borneo Peduli juga aktif dalam pengadaan dan renovasi tempat ibadah.

“Renovasi musollah 4 tempat, buat mulai nol 3 tempat,” ujar Sam Dempeil.

Ia menegaskan komitmen mereka dalam menyediakan sarana ibadah yang layak bagi masyarakat.

“Sampean golek o, Arema sing iso bangun musholla 3 tempat, ra onok Sam, mung Arema pedalaman iki,” tambahnya.

Borneo Peduli juga berperan dalam pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan.

“Pembuatan jalan cor untuk panti jompo manula, Martadinata. Pembuatan rumah Ibu Musturah, dana yang dikeluarkan 135 juta,” ungkap Sam Dempeil.

Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan bagi lansia di panti jompo, serta membantu masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal layak huni.

Membantu pembuatan rumah untuk warga Kelurahan Loktuan, Bontang Utara, bersama Bapak Hari dari Lamongan. (Ist)

Lebih dari sekadar memberikan bantuan materi, komunitas ini juga menjadi tempat perlindungan bagi perantau yang terlantar. Kelompok yang dikenal sebagai Singa Pedalaman turut berperan dalam mengamankan dan membina para perantau yang mengalami kesulitan hidup.

“Mulak ne, lek onok wong terlantar daerah Bontang-Sangatta, koling ae aku. Insha Allah aku atasi. Lek tuwo gak duwe keluarga, aku pulangkan. Lek sik kuat kerja, aku carikan kerja sesuai bidangnya,” ujarnya.

Prinsip ini menjadikan Borneo Peduli bukan hanya organisasi sosial, tetapi juga rumah bagi mereka yang tidak memiliki tempat kembali.

Bantu Kemandirian Masyarakat

Selain membantu dalam hal dana dan logistik, Borneo Peduli juga berupaya meningkatkan kemandirian masyarakat melalui pemberian modal usaha bagi mereka yang membutuhkan.

“Kita gak cuma sekedar membantu, kita bina, didik, ajari sesuai kemampuan masing-masing. Kalau tani, kita ajarin tani, dan tanah kita carikan,” ujar Sam Dempeil.

Program ini bertujuan memberikan solusi jangka panjang bagi mereka yang ingin bangkit dari keterpurukan ekonomi dengan menciptakan usaha mandiri yang berkelanjutan.

Selain fokus pada kegiatan sosial di pedalaman Kalimantan, Borneo Peduli juga aktif dalam aksi kemanusiaan di berbagai daerah yang terdampak bencana.

“Kita bantu ke Kalsel banjir, ke Batu Malang juga, Sulawesi banjir, Sangatta, dan korban-korban lainnya,” tambahnya.

Bantuan yang diberikan mencakup logistik, tenaga relawan, hingga pendampingan bagi korban bencana agar mereka dapat segera bangkit dari kondisi sulit.

Salah satu prinsip utama yang membuat Borneo Peduli semakin berkembang adalah sikap netral dan tidak membeda-bedakan siapa pun yang ingin bergabung dan membantu sesama.

“Prinsipku, buat apa ada paguyuban, grup, atau organisasi kalau ada saudara kita kesusahan tapi kita diam saja?” ujar Sam Dempeil.

Ia menegaskan bahwa dalam Borneo Peduli, kepengurusan inti seperti ketua, wakil, bendahara, dan pengurus lainnya memang berasal dari Arema. Namun organisasi ini tetap terbuka untuk siapa saja yang ingin berkontribusi.

“Lek grupku netral, Sam. Bonek melok monggo, Bandung melok monggo, tapi tetap di naungan Arema Borneo,” tambahnya.

Peduli Bencana

Borneo Peduli juga ikut serta dalam berbagai inisiatif kemanusiaan yang melibatkan komunitas lain. Salah satunya adalah keterlibatan mereka dalam Posko Arema Bumi Khatulistiwa Peduli Kebakaran, yang beralamat di Jl. Brigjen Selamet Riadi No. 18 RT 48.

Bakti sosial Arema pedalaman, kebakaran di Rawa Indah Tanjung Laut , Kecamatan Bontang Selatan, Kalimantan Timur. (Ist)

Posko ini menjadi pusat penggalangan bantuan bagi korban kebakaran yang kemudian disalurkan kepada masyarakat yang terdampak.

Sam Dempeil juga menegaskan bahwa Arema Bumi Khatulistiwa dan Arema Borneo merupakan satu kesatuan yang berada dalam naungan Arema Borneo, yang memiliki julukan “Singa Pedalaman”.

“Arema Bumi Khatulistiwa, dan Arema Borneo podo, Sam. Julukane Singa Pedalaman,” ujarnya.

Mengusung semangat kebersamaan dan kepedulian yang tinggi, komunitas ini terus berkembang dan memperluas jangkauannya dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dengan semakin berkembangnya Borneo Peduli, diharapkan lebih banyak individu dan lembaga dapat bergabung untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih adil dan sejahtera.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *