Malanginspirasi.com – Cabang olahraga (cabor) lompat indah Kota Batu terus mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025. Persiapan intensif terlihat dari latihan rutin yang dilakukan di Taman Rekreasi Selecta, lokasi yang akan menjadi tempat pelaksanaan lomba lompat indah pada 1 hingga 3 Juli 2025.
Pelatih Cabor Lompat Indah kontingen Kota Batu, Abdul Rosid Muiz, mengatakan pihaknya menurunkan delapan atlet yang mayoritas masih berusia muda. Masing-masing atlet itu akan mengisi di beberapa kelas.
“Di Porprov ini maksimal usia 20 tahun. Tapi kami menurunkan atlet muda, paling besar masih SMP,” jelasnya.
Dalam Porprov nanti, pertandingan akan mencakup lima nomor lomba untuk masing-masing kategori putra dan putri, yaitu Tepian, Papan 0,5 meter, Papan 1 meter, Papan 3 meter, dan Papan 5 meter.

Mengenai target, Abdul Rosid menyampaikan bahwa timnya membidik perolehan dua medali, meski belum bisa memastikan dari nomor mana medali itu akan datang.
“Target kami dua medali. Tapi kami belum bisa prediksi dari kelas yang mana,” ujarnya saat ditemui wartawan.
Untuk mengoptimalkan performa para atlet, latihan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada teknik dasar. Tetapi juga ditunjang dengan senam lantai. Selain itu, para atlet juga sempat menjalani sesi latihan bersama di Surabaya.
“Kami juga sempat latihan bersama di Surabaya, karena ada metode latihan yang hanya bisa dilakukan di sana,” tuturnya.
Raih Medali di Jakarta
Lebih lanjut, ia mengungkapkan dua atletnya sebelumnya telah mengikuti kejuaraan di Jakarta dan berhasil membawa pulang dua medali. Pencapaian ini dinilai berdampak positif terhadap kesiapan mental para atlet.
“Sudah sempat ikut lomba di Jakarta, jadi mental mereka sudah terbentuk,” tambahnya.
Abdul Rosid juga menjelaskan sistem penilaian dalam cabor lompat indah. Penilaian dimulai sejak atlet melangkah hingga melakukan lompatan, dengan tingkat kesulitan gaya menjadi faktor penting dalam penentuan nilai akhir.
“Dari jalan sampai lompat sudah dinilai, tingkat kesulitan gaya juga mempengaruhi penilaian. Semakin sulit gaya lompatan, semakin tinggi nilainya,” pungkasnya.







