Malanginspirasi.com – Tekuni bulu tangkis sejak usia 7 tahun dengan raihan puluhan prestasi, Giovanni Veronica Santoso juga sukses meraih runner up di kejuaraan Bulu Tangkis Remaja Piala Li-Ning Zhang Nan di Beijing 2025 akhir Juli lalu.
Giovanni yang baru duduk di bangku kelas X SMA Taman Harapan ini menjadikan bulu tangkis sebagai olahraga favorit karena terinspirasi oleh sang ayah.
“Saya ingin melanjutkan jejak papa, yang dulunya adalah atlit bulutangkis namun terhalang biaya akhirnya tidak bisa menjadi atlit,” paparnya kepada Malang Inspirasi.
Gadis lulusan SMP Taman Harapan Malang ini menceritakan awal kecintaannya di cabang olahraga yang satu ini.
“Saat kecil saya diajak oleh papa menemani bermain bulutangkis, lalu saat melihat papa bermain saya tertarik dan ingin mencoba,” kenangnya.
“Papa juga mengajari saya dimana saya jadi anggota klub untuk belajar lebih dalam mengenai bulutangkis. Yang saya sukai adalah permainan Susi Susanti sehingga saya ingin menjadi sepertinya,” imbuh Vanni, sapaan akrabnya.
Tak mudah bagi Vanni untuk selalu bisa konsisten dan berlatih giat di tengah kesibukan sekolah.
“Pastinya saya konsisten dan giat latihan selain di klub juga latihan secara mandiri di rumah. Di setiap permainan saya selalu menganalisa dan belajar dri kesalahan saya,” kata siswi yang lahir pada 7 Juni 2010 ini.
Vanni menyebut dukungan orang tua dan kakaknya menjadi salah satu dorongan untuk selalu mengejar prestasi.
“Sebelum memasuki pertandingan saya selalu berdoa untuk meminta ketenangan pada Tuhan. Terkadang saat main saya suka grogi jadi saya menggunakan metode pernapasan untuk tenang. Dan juga terkadang saya suka mengobrol sendiri untuk memotivasi diri sendiri,” jelasnya.
Ia melanjutkan bahwa ia tak pernah menyerah meski kalah dalam pertandingan meski ia mulai karirnya sejak kecil.
“Saat saya kalah dalam suatu pertandingan, saya selalu bertanya kepada papa yang menonton saya dari tribun untuk menganalisa apa kesalahan yang saya lakukan dan mempelajarinya, serta melatihnya menjadi lebih baik,” papar Vanni.
Berpestasi Sejak Kecil
Terbukti, ketekunannya membuahkan hasil. Di usia 7 tahun, ia sudah meraih juara 1 Tunggal Putri SD A: Unitri Cup 13th Badminton Championship 2018 se-Jawa Timur.
Setelah itu, ia selalu meraih juara di semua kejuaraan bulutangkis yang ia ikuti dengan total 29 turnamen.
“DI tahun 2025, tepatnya di Kejurkot-Kapolresta Malang Kota Open 2025 saya meraih juara 3 Ganda Remaja Putri, Juara 1 Ganda Remaja Campuran, Juara 2 Tunggal Remaja Putri, dan Juara 3 Kategori Ganda Remaja Putri,” katanya.
Saat ini, Vanni makin pandai membagi waktu, baik untuk latihan dan juga mengerjakan tugas yang diberikan guru serta beristirahat.
“Target saya ingin menjadi pelatih di luar negeri atau juga bisa membuat klub sendiri. Karena untuk memasuki pelatnas itu tidaklah mudah. Namun saya berharap bisa bermain dengan versi terbaik saya,” kata gadis berusia 15 tahun ini.
Tak lupa, ia juga memberikan motivasi kepada para remaja di tanah air untuk selalu semangat cari prestasi di bidang apapun.
“Carilah motivasi, dan jangan pernah takut untuk mencoba hal baru karena kita tidak tahu kedepannya menjadi seperti apa, dan dari semua itu kuncinya hanya perlu konsisten,” pungkasnya.
Prestasi Giovanni tentu membanggakan sekolah dimana Kepala Sekolah SMA Taman Harapan Malang, Palupi Yamini S.Pd mengungkapkan apresiasinya.
“Saat MPLS dan juga awal belajar di tahun ajaran 2025/2026 Vanni masih bertanding di Beijing. Tetapi ia tetap mengerjakan tugas yang diberikan guru secara konsisten di sela-sela kesibukannya,” kata Palupi.







