Festival Olahraga 2025 Piala Wali Kota Malang, Resmi Dimulai

Jadi Ajang Cari Atlet Unggul untuk PORPROV X 2027

Malanginspirasi.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Disporapar resmi membuka Festival Olahraga 2025 di Lapangan Pasir Gor Ken Arok, Jumat (24/10/2025). Festival olahraga ini digelar hingga tanggal 31 Oktober 2025.

Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, menjelaskan bahwa festival ini merupakan bentuk komitmen Pemkot Malang dalam memajukan olahraga sekaligus mendukung pengembangan Sporttourism di Kota Malang.

“Kegiatan ini kami kemas namanya Festival Olahraga Tahun 2025. Pada Piala Wali Kota Malang dalam Festival Olahraga ini, ada 3 cabang yang dipertandingkan yakni voli pasir, sepak bola, futsal. Semuanya ini adalah diikuti dari tingkat SD sama dengan SLTA semalang raya,” ujarnya

Baihaqi menambahkan, acara ini diselenggarakan untuk para siswa agar mereka bisa selalu bersemangat untuk olahraga.

“Ini semua adalah dalam rangka untuk anak-anak kita, ini untuk selalu semangat berolahraga. Karena dengan olahraga ini nantinya akan disamping akan didapatkan tubuh yang sehat dan bugar,” tanbahnya.

Pemkot Malang bersama para calon atlet muda dalam Festival Olahraga 2025. (Riznima Azizah Noer)
Seleksi Atlet

Selain itu, kegiatan tidak hanya ajang kompetisi saja. Akan tetapi juga dalam rangka mencari bibit-bibit unggul yang nantinya akan dipersiapkan untuk kejuaraan event-event olahraga yang lebih besar lagi.

“Termasuk dalam rangka untuk mencari bibit-bibit unggul, bibit-bibit cabang olahraga yang nantinya untuk kita persiapkan di dalam event-event yang lebih besar lagi. Baik itu di POPDA tahun 2026, kemudian yang lebih harus kita persiapkan lagi dalam rangka persiapan PORPROV 10 tahun 2027 di kota Surabaya,” ungkap Baihaqi

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa tata cara permainan voli pasir sama dengan bola voli pantai.

“Untuk teknik bermainya, cara mainnya, hingga penilaian sama. Kita pilih istilah pasir karena yang kita pakai adalah pasir, bukan dari pasir pantai. Dan untuk bola voli pantai itu, sesuai dengan ketentuan FIBA internasional, itu memang tidak harus pasir pantai,” tambah Baihaqi.

Kepala Disporapar, Baihaqi, memberikan keterangan kepada awak media. (Riznima Azizah Noer)

Kemudian, kualitas pasir yang digunakan dalam pertandingan ini sudah dipastikan aman untuk para atlet.

“Jadi untuk pasir yang kita pilih ini, Beberapa bulan yang lalu sudah mendapat kunjungan dari PBVSI Pusat, Provinsi dan Kota Malang bahwa ini dinyatakan layak sebagai pertandingan,” tuturnya.

Sebagai penutup, Kepala Disporapar itu turut menekankan pentingnya kerja sama dan semangat dalam ajang ini.

“Kami ingin mewujudkan semangat yang sudah dideklarasikan oleh tiga kepala daerah, Bapak Wali Kota Malang, Bapak Wali Kota Batu, dan Bupati Malang, bagaimana kita terus menguatkan semangat satu jiwanya Malang Raya,” tutupnya.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *